Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
PAKAR astronomi mendata berbagai macam asteroid yang akan mendekati Bumi. Data tersebut menunjukkan bahwa minggu ini terdapat tujuh objek itu yang mendekati Bumi. Benda yang terbesar berukuran hingga 88 meter. Berikut nama asteroid tersebut.
2020 RV2
Asteroid pertama yang memasuki tetangga Bumi pada pekan ini diberi nama 2020 RV2. NASA telah mengonfirmasi bahwa batuan luar angkasa akan berada pada titik terdekat pada Selasa (6/10) pagi waktu setempat. Batu luar angkasa yang berukuran lebar antara 19-44 meter itu bergerak dengan kecepatan luar biasa sekitar 4,16 km/detik.
2020 RR2
Batuan luar angkasa ini berukuran antara 21-47 meter dan meluncur di angkasa dengan kecepatan 4,08 km/detik. Asteroid akan mendekati Bumi paling dekat pada Selasa (6/10) sore.
2020 RK2
Asteroid ini akan mendekati pada Rabu (7/10) siang. Dengan ukuran hingga 83 meter, batuan antariksa ini menjadi salah satu yang tercepat melewati Bumi minggu ini, karena bergerak dengan kecepatan 6,68 km/detik.
2019 SB6
Asteroid ini akan melewati Bumi pada titik terdekatnya pada Rabu (7/10) malam atau hanya tujuh jam setelah 2020 RK2.
2020 SR6
Bepergian dengan kecepatan 5,26 km/detik, asteroid 2020 SR6 berukuran antara 20-44 meter.
2020 SX3
Asteroid tercepat dari semua asteroid yang melewati Bumi pada pekan ini bergerak lebih dari dua kali lebih cepat. Dijuluki 2020 SX3 oleh para astronom, batuan luar angkasa ini meluncur melalui ruang angkasa dengan kecepatan 10,88 km/detik. Dan secara kebetulan, dengan diameter maksimum 88 m, ia dikenal sebagai batuan luar angkasa terbesar yang melewati kita dalam beberapa hari mendatang.
Para ahli memperkirakan, asteroid itu memiliki jumlah energi yang sama dengan bom nuklir terbesar yang pernah dibuat, yakni 50 megaton. Ini akibatnya akan memusnahkan semua kota besar di dunia. Untungnya, baik asteroid ini maupun asteroid lain tidak diketahui bertabrakan dengan planet biru ini.
2020 RO1
Asteroid terakhir pada pekan ini yang menghampiri Bumi yaitu 2020 RO1. Ia berlari paling lambat ketimbang yang lain yaitu sekitar 3,21 km/detik. Batu itu berukuran cukup besar sekitar 22-50 meter. Asteroid itu akan mendekat pada Jumat (9/10) sore. (Express.co.uk/OL-14)
Mineral ini hanya dapat terbentuk akibat tekanan sangat tinggi seperti yang terjadi saat asteroid menghantam Bumi, sehingga menjadi bukti kuat bahwa Silverpit terbentuk akibat tumbukan.
NASA secara resmi telah menepis segala kemungkinan mengenai potensi hantaman asteroid 2024 YR4 terhadap Bulan pada tahun 2032 mendatang.
Asteroid yang diberi kode 2026 EG1 mencapai titik terdekatnya dengan Bumi pada pukul 23:27 EDT (03:27 GMT, 13 Maret).
Eksperimen luar angkasa yang dilakukan oleh NASA melalui misi Double Asteroid Redirection Test (DART) menghasilkan temuan penting.
Menurut laporan NASA, asteroid tersebut pertama kali terdeteksi pada 8 Maret 2026. Meski terbilang kecil, pergerakannya tetap dipantau karena lintasannya membawa objek itu melintas
Eksperimen tersebut mendorong asteroid Dimorphos, yang merupakan bulan kecil, ke jalur yang lebih pendek dan lebih cepat mengelilingi saudaranya
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved