Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
KONFEDERASI Sepak Bola Afrika atau CAF melalui Dewan Banding secara resmi membatalkan kemenangan Senegal di final Piala Afrika atau AFCON 2026 dan menobatkan tuan rumah Maroko sebagai juara baru. Keputusan ini diambil setelah serangkaian investigasi terhadap insiden kekacauan yang terjadi di Stadion Pangeran Moulay Abdellah, Rabat, pada Januari 2026 lalu.
Meskipun di atas lapangan Senegal sempat merayakan kemenangan 1-0 lewat gol Pape Gueye di babak perpanjangan waktu, gelar tersebut kini resmi dicabut pada Maret 2026. CAF menyatakan Senegal kalah secara administratif (forfeit) dengan skor 3-0 untuk kemenangan Maroko.
Ketegangan memuncak pada menit-menit akhir waktu normal babak kedua. Wasit Jean-Jacques Ndala memberikan penalti kepada Maroko setelah peninjauan VAR menunjukkan adanya pelanggaran terhadap Brahim Diaz oleh bek Senegal. Keputusan ini memicu protes keras dari skuad Lions of Teranga.
Pelatih Senegal, Pape Thiaw, menginstruksikan para pemainnya untuk meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes. Aksi walk-out ini berlangsung selama kurang lebih 15 menit sebelum akhirnya Sadio Mane berhasil membujuk rekan-rekannya untuk kembali melanjutkan pertandingan. Meski kiper Edouard Mendy berhasil menepis penalti Brahim Diaz dan Senegal kemudian mencetak gol kemenangan di masa perpanjangan waktu, tindakan meninggalkan lapangan tersebut dianggap sebagai pelanggaran berat terhadap regulasi kompetisi Afcon.
Dewan Banding CAF mengabulkan protes yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola Kerajaan Maroko (FRMF). Berdasarkan hasil sidang terbaru, Senegal dinyatakan melanggar:
Dengan putusan ini, Maroko resmi meraih gelar Piala Afrika kedua mereka setelah penantian panjang sejak tahun 1976. Federasi Sepak Bola Senegal (FSF) dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk membawa kasus ini ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).
| Kategori | Keterangan |
|---|---|
| Juara Resmi | Maroko |
| Skor Administratif | 3-0 (Untuk Maroko) |
| Status Senegal | Diskualifikasi (Forfeit) |
| Stadion | Prince Moulay Abdellah, Rabat |
(H-4)
Federasi sepak bola Senegal berencana mengajukan banding ke Court of Arbitration for Sport (CAS) setelah gelar Piala Afrika mereka dicabut oleh Konfederasi sepak bola Afrika (CAF).
Mengenal CAF, induk organisasi sepak bola Afrika yang menyelenggarakan AFCON. Simak sejarah dan peran pentingnya dan alasan Senegal dicoret CAF, Maroko juara piala afrika
Pencabutan gelar Piala Afrika ini bermula dari temuan adanya ketidakkonsistenan data pemain yang didaftarkan Federasi Sepak Bola Senegal (FSF).
CAF menyebut Samuel Eto’o telah melanggar prinsip-prinsip sportivitas dalam laga perempat final Piala Afrika 2026 antara Kamerun dan Maroko.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved