Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Chelsea vs Aston Villa, Enzo Maresca Maklumi Kekecewaan Cole Palmer

Khoerun Nadif Rahmat
28/12/2025 15:23
Chelsea vs Aston Villa, Enzo Maresca Maklumi Kekecewaan Cole Palmer
Pelatih Chelsea Enzo Maresca(Instagram/@maresca)

KEKALAHAN tipis 1-2 Chelsea saat laga Liga Inggris Chelsea vs Aston Villa di Stamford Bridge, Sabtu (27/12), menyisakan sorotan pada raut frustrasi bintang muda mereka, Cole Palmer. Meski demikian, Pelatih Chelsea Enzo Maresca enggan membesarkan masalah tersebut dan memilih bersikap diplomatis.

Palmer, yang menjadi motor serangan The Blues, ditarik keluar pada menit ke-72 untuk digantikan oleh Estevao saat kedudukan masih imbang 1-1.

Saat meninggalkan lapangan, Palmer tampak menunjukkan gestur tidak puas dan sempat terlibat adu argumen singkat dengan asisten pelatih, Willy Caballero, sebelum menuju bangku cadangan.

Menanggapi insiden tersebut, Maresca yang terpaksa mendampingi tim dari bangku penonton akibat sanksi touchline ban, menegaskan bahwa reaksi Palmer adalah hal wajar dalam tensi pertandingan yang tinggi.

"Sama sekali tidak ada masalah. Dia bekerja sangat baik, baik saat menguasai bola maupun saat melakukan tekanan (pressing). Dia tampil bagus dan kami senang dia telah kembali," ujar Maresca dikutip dari Metro

Pelatih asal Italia itu menjelaskan bahwa keputusannya menarik keluar Palmer murni atas pertimbangan kebugaran, mengingat jadwal padat yang dihadapi Chelsea. "Dia bekerja sangat keras namun tampak sedikit kelelahan. Terlebih, kami memiliki pertandingan lain dalam waktu 48 jam ke depan," tambahnya.

Chelsea sejatinya unggul lebih dulu lewat aksi Joao Pedro yang memanfaatkan umpan pojok Reece James. Namun, kebangkitan tim tamu melalui dua gol pemain pengganti, Ollie Watkins, membalikkan keadaan dan memperpanjang tren negatif Chelsea.

Hasil ini membuat Chelsea tertahan di peringkat kelima klasemen sementara Liga Primer Inggris, dengan catatan hanya meraih satu kemenangan dari enam laga terakhir. Maresca menyoroti kegagalan anak asuhnya dalam menuntaskan peluang di depan gawang.

"Sebelum gol penyeimbang lawan, kami sepenuhnya memegang kendali. Seharusnya kami bisa mencetak dua atau tiga gol lebih awal. Namun, setelah kebobolan, dinamika permainan berubah total," keluh Maresca.

Ia menekankan bahwa skuad London Barat tersebut perlu meningkatkan sisi klinis di depan gawang sekaligus kematangan dalam mengelola mental bertanding setelah berada dalam posisi tertekan.

"Ini soal pengalaman dari pertandingan ke pertandingan untuk mengelola situasi setelah kebobolan dengan lebih baik," pungkasnya. (H-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya