Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Zambia dan Comoros harus puas berbagi satu poin setelah bermain imbang pada laga kedua Grup A Piala Afrika 2025 di Stadion Mohammed V, Casablanca, Jumat (26/12). Laga Zambia vs Comoros berakhir dengan skor 0-0. Pertandingan berlangsung intens sejak awal, namun tak satu pun tim mampu memecah kebuntuan hingga peluit akhir berbunyi.
Hasil ini membawa Zambia mengoleksi dua poin, menjaga peluang mereka lolos ke fase gugur jelang laga terakhir fase grup. Di sisi lain, Comoros meraih poin pertama mereka di turnamen dan tetap menjaga asa menembus babak 16 besar.
Pertandingan dimulai dengan tempo hati-hati. Pertarungan sengit di lini tengah membuat kedua tim kesulitan membangun serangan berbahaya. Comoros sempat mencetak gol pada menit ke-19 melalui Mzean Maoulida, namun dianulir setelah VAR menemukan adanya pelanggaran dalam proses terciptanya gol.
Comoros terus menekan sepanjang babak pertama, tetapi rapatnya barisan pertahanan Zambia membuat setiap peluang mentah di kaki para penyerang.
Memasuki babak kedua, alur permainan tidak banyak berubah. Kedua tim sama-sama berusaha mencari gol pembuka, namun kurang tenang dalam penyelesaian akhir. Comoros yang lebih dominan dalam penguasaan bola tak mampu mengonversi peluang menjadi gol, sementara Zambia bertahan disiplin dan sesekali mencoba mengancam lewat serangan balik.
Laga akhirnya berakhir tanpa gol, meninggalkan rasa frustrasi terutama bagi para pemain Comoros yang beberapa kali nyaris membuka skor namun gagal memaksimalkannya.
Kini, kedua tim menatap laga penentuan di matchday terakhir. Comoros akan menghadapi Mali, sementara Zambia bersiap meladeni tuan rumah Maroko, dengan harapan meraih kemenangan pertama sekaligus menjaga kans lolos ke fase berikutnya. (E-3)
Meski pulang dengan gelar pencetak gol terbanyak, luka akibat kegagalan penalti di partai final melawan timnas Senegal tampaknya jauh lebih membekas di hati Brahim Diaz.
FRMF menilai aksi mogok bermain timnas Senegal tersebut memberikan dampak signifikan terhadap psikologis dan performa para pemain Maroko yang sedang berada di atas angin.
Senegal kemudian memastikan gelar juara lewat gol Pape Gueye pada babak tambahan waktu yang membungkam suporter Maroko di Stadion Prince Moulay Abdellah.
PELATIH Maroko Walid Regragui meluapkan kekecewaannya terhadap insiden di final Piala Afrika (Afcon 2025), Senin (19/1) WIB, yang berakhir dengan kekalahan tuan rumah Maroko 0-1 dari Senegal.
PENCETAK gol kemenangan Senegal di final Piala Afrika (Afcon) 2026, Pape Gueye, mengungkapkan rasa ketidakadilan justru menjadi pemicu semangat timnya hingga mampu merebut gelar juara.
Kekecewaan mendalam menyelimuti pendukung Maroko usai tim nasional mereka gagal meraih gelar Piala Afrika. Dalam laga final yang berlangsung dramatis hingga perpanjangan waktu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved