Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Ada Jeda Hidrasi di Setiap Laga Piala Dunia 2026

Basuki Eka Purnama
09/12/2025 09:45
Ada Jeda Hidrasi di Setiap Laga Piala Dunia 2026
Bek Fluminense Thiago Silva meminum air saat jeda hidrasi di laga Piala Dunia Antarklub, 8 Juli 2025 lalu.(AFP/Paul ELLIS)

DEMI menjaga keselamatan dan kesejahteraan pemain, FIFA resmi memperkenalkan kebijakan baru yang mewajibkan waktu rehat hidrasi selama tiga menit di setiap babak di seluruh pertandingan Piala Dunia 2026.

Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap tantangan lingkungan yang ekstrem di Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko—tuan rumah turnamen yang akan berlangsung pada Juni dan Juli 2026.

Protokol Kesetaraan dan Keselamatan

Tidak seperti aturan sebelumnya yang hanya mewajibkan jeda pendinginan (cooling breaks) saat suhu melampaui 32 derajat Celcius, rehat hidrasi baru ini akan bersifat mandatori di setiap pertandingan.

FIFA menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk "memastikan kondisi yang setara bagi semua tim, di semua pertandingan," terlepas dari kondisi cuaca atau fasilitas stadion.

Menurut protokol yang ditetapkan, wasit akan menghentikan permainan tepat pada menit ke-22 di setiap babak untuk memberikan waktu kepada para pemain untuk rehidrasi. Waktu rehat ini akan dihitung "tiga menit dari peluit ke peluit."

Manolo Zubiria, Chief Tournament Officer, menjelaskan prinsip kebijakan ini:

"Untuk setiap pertandingan, tidak peduli di mana pertandingan dimainkan, tidak peduli apakah ada atap [stadion], [atau] bagaimana suhunya, akan ada jeda hidrasi selama tiga menit. Itu akan menjadi tiga menit dari peluit ke peluit di kedua babak," ujar Zubiria.

Ia menambahkan bahwa jika terjadi penghentian karena cedera sekitar menit ke-20 atau 21, hal tersebut akan diatasi langsung oleh wasit di lapangan.

Kekhawatiran Cuaca Ekstrem

Keputusan ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai panas ekstrem yang berpotensi memengaruhi pemain, penggemar, dan pekerja stadion.

Sebuah laporan berjudul Pitches in Peril, yang disusun oleh kelompok tekanan Football for the Future dan Common Goal, menemukan bahwa 10 dari 16 lokasi yang akan digunakan untuk Piala Dunia berada pada "risiko sangat tinggi mengalami kondisi tekanan panas ekstrem."

Pengalaman dari turnamen sebelumnya memperkuat kekhawatiran ini. Saat Piala Dunia Antarklub Juni dan Juli lalu, sejumlah pemain mengeluhkan kondisi panas yang ekstrem.

Gelandang Chelsea, Enzo Fernandez, mengungkapkan bahwa ia merasa "pusing" saat bermain di tengah panas yang ia sebut "sangat berbahaya" selama turnamen tersebut.

Penerapan rehat hidrasi ini merupakan bagian dari upaya FIFA untuk menyederhanakan dan merampingkan versi jeda serupa yang telah digunakan dalam kompetisi sebelumnya, sekaligus menjadi salah satu faktor yang mendasari keputusan untuk menetapkan 13 waktu kick-off berbeda di sepanjang turnamen. (bbc/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik