Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
NAMA Rahmatsho Rahmatzoda semakin mencuri perhatian publik sepak bola Indonesia, terutama setelah performanya bersama PSIM Yogyakarta dalam perjalanan menuju final Super League 2025/2026. Bek muda asal Tajikistan ini tak hanya menghadirkan soliditas lini belakang, tetapi juga menjadi simbol semangat “Naga Jawa”, julukan PSIM, yang tengah bangkit menuju kasta tertinggi.
Pada laga PSIM vs Bhayangkara FC di pekan ke-13 Super League 2025/2026, perhatian suporter ikut tertuju pada perannya di lapangan. Meski tidak ada catatan resmi mengenai aksi dramatis yang dijuluki “penyelaman Naga Jawa”, kehadiran Rahmatsho menjadi bagian penting dari energi dan karakter permainan PSIM di pertandingan besar tersebut.
Sebagai pemain muda berusia 20 tahun, Rahmatsho dikenal memiliki fisik kuat, duel udara bagus, serta disiplin menjaga garis pertahanan. Performanya di Indonesia tidak hanya mengangkat kariernya secara klub, tetapi juga membawanya masuk radar tim nasional negaranya.
Rahmatsho mulai disorot ketika tampil konsisten bersama Persijap Jepara. PSIM Yogyakarta kemudian melakukan perekrutan strategis dengan mengikatnya selama dua tahun, sebuah langkah yang menunjukkan bahwa klub melihat potensi besar dalam diri pemain muda Tajikistan ini.
Di ruang ganti PSIM, Rahmatsho dikenal sebagai sosok yang rendah hati, pekerja keras, dan cepat beradaptasi dengan gaya sepak bola Indonesia yang intens.
Dalam pertandingan ini, PSIM tampil penuh determinasi sebagai tim yang mengusung semangat “Naga Jawa”. Meski Rahmatsho tidak mencatatkan aksi spesifik yang dilabeli “penyelaman Naga Jawa”, istilah tersebut sering digunakan suporter untuk menggambarkan momen-momen penyelamatan atau aksi defensif yang penuh perjuangan, yang mencerminkan karakter klub.
Kehadiran Rahmatsho sepanjang musim menjadi salah satu alasan pertahanan PSIM tampil lebih stabil dan percaya diri menghadapi tekanan lawan.
Pemanggilan ke Timnas Tajikistan menegaskan kualitasnya.
Tampil konsisten sejak memperkuat Persijap hingga PSIM.
Banyak pemain asing butuh waktu adaptasi, Rahmatsho justru sebaliknya.
Kehadirannya cocok dengan era kebangkitan PSIM menuju Liga 1.
Rahmatsho Rahmatzoda adalah salah satu pemain muda asing paling menjanjikan di Liga Indonesia. Dengan perpaduan fisik, kecerdasan bertahan, dan potensi besar, ia menjadi pilar penting PSIM Yogyakarta. (Z-10)
Manajer PSIM, Razzi Taruna, menegaskan bahwa fokus utama Laskar Mataram saat ini adalah membenahi konsistensi penampilan guna mempertahankan tren positif yang telah diraih.
PSIM dipastikan tampil tanpa diperkuat Anton Fase dan bek asing Yusaku Yamadera, yang harus menepi karena masalah kesehatan di laga Super League kontra Semen Padang.
PSIM Yogyakarta selamat dari kekalahan saat menjamu PSBS Biak. Meski bermain dengan 10 orang, Laskar Mataram berhasil mengejar ketertinggalan dua gol.
Meski tampil cukup dominan saat melawan PSIM, Persija baru bisa mencetak gol lewat Maxwell pada menit ke-78. Allano menggandakan keunggulan Macan Kemayoran pada menit ke-90+5.
Pelatih PSIM tetap memuji performa anak asuhnya secara keseluruhan.
Macan Kemayoran melanjutkan tren positif dengan meraih kemenangan keenam secara beruntun di Super League.
Kemenangan meyakinkan itu ditentukan sepenuhnya pada paruh pertama laga. Meski Bhayangkara FC sempat mengambil inisiatif serangan di menit-menit awal
Kemenangan dramatis 2-1 yang diraih Bhayangkara FC di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung, langsung mendongkrak posisi skuad asuhan Paul Munster.
Pelatih sementara Persebaya, Uston Nawawi, mengungkapkan rasa kecewanya setelah timnya hanya mampu bermain imbang melawan tuan rumah Bhayangkara Presisi Lampung FC.
Pelatih Bhayangkara Presisi Lampung FC, Paul Munster, mengakui bahwa masalah penyelesaian akhir masih menjadi kendala utama timnya saat bermain imbang 1-1 melawan Persebaya.
Penyerang Bhayangkara Presisi Lampung FC, Dendi Sulystiawan, menjadi penyelamat timnya setelah mencetak gol pada menit 90+8 untuk memaksakan hasil imbang melawan Persebaya Surabaya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved