Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Spurs Menjaga Momentum Kemenangan

Suryopratomo
08/11/2025 05:00
Spurs Menjaga Momentum Kemenangan
Suryopratomo Pemerhati Sepak Bola(MI/Seno)

AJANG Liga Champions Rabu (5/11) malam lalu akan dikenang sebagai salah satu momen terindah sepak bola. Bukan Diego Maradona yang membuat gol yang begitu spektakuler, melainkan center-back Tottenham Hotspur Micky van de Ven yang melakukannya.

Seperti Maradona melakukannya di ajang Piala Dunia 1986, begitu juga Van de Ven. Kalau Maradona melakukannya dari setengah lapangan untuk melakukan solo run menjebol gawang Inggris dan Belgia, Van de Ven melakukannya sepanjang lapangan.

Dari kemelut di depan gawang Spurs, pemain belakang asal Belanda itu bisa merebut bola. Dari kotak penalti daerah pertahanannya sendiri, Van de Ven menggiring bola sampai kotak penalti FC Copenhagen.

Semua pemain klub asal Denmark yang berada di dekatnya mencoba menghadang. Namun, Van de Ven mampu menjaga bola tetap berada di ujung kakinya dan ia terus berlari sampai berhadapan dengan kiper Dominik Kotarski.

Ketika kiper asal Kroasia itu mencoba menutup ruang tembak, Van de Ven lebih cepat menceploskan bola yang ada di kakinya ke gawang Copenhagen. Luar biasa, berlari hampir 100 meter dan ia masih mampu melakukan selebrasi setelah mencetak gol ketiga untuk Spurs.

Bukan hanya para pemain Spurs yang bergembira, melainkan jug seluruh pecinta sepak bola takjub. Bagaimana Van de Ven bisa melewati begitu banyak kaki yang mencoba menghadangnya dan ia bisa fokus kepada bola, terarah ke gawang Copenhagen, serta membuat gol yang begitu istimewa.

Seperti halnya gol kedua Maradona ke gawang Inggris pada perempat final Piala Dunia 1986, gol Van de Ven akan melekat di dalam benak pecinta sepak bola. Sebuah gol yang begitu indah kembali tercipta dalam sebuah pertandingan.

 

KEBANGKITAN

Micky van de Ven menjadi simbol kebangkitan Spurs yang sedang dibangun pelatih Thomas Frank. Setelah terpuruk pada tahun lalu dan diselamatkan oleh kesuksesan dalam ajang Piala UEFA, the Lilywhites mencoba membangun kembali kebesaran mereka.

Namun, sepak bola tidak pernah sekali jadi. Penampilan Spurs masih cepat naik dan turun. Rabu lalu begitu luar biasa tim asuhan Frank menghajar Copenhagen 4-0. Namun, empat hari sebelumnya Spurs ditekuk oleh Chelsea 0-1 di kandang mereka.

Proses membangun kembali Spurs terganggu oleh cedera yang dialami pemain bintang mereka. James Madisson yang merupakan player maker andalan mereka, misalnya, sudah lama hanya bisa duduk di kursi penonton.

Padahal, malam ini mereka harus menghadapi salah satu pertandingan penting. Spurs akan menjamu salah satu musuh besar mereka, Manchester United.

Dalam sembilan pertandingan terakhir, Spurs memang tidak terkalahkan. Lima kali bahkan tim asuhan Frank mencatat kemenangan, termasuk kemenangan penting yang membawa Spurs masuk jajaran tim juara Eropa, yaitu merebut Piala UEFA.

Kemenangan pada Sabtu malam nanti menjadi penting untuk membawa Spurs tidak terkalahkan oleh 'Setan Merah' dalam 10 pertandingan terakhir. Sebuah rekor baru yang akan menyejajarkan mereka dengan Liverpool yang tidak bisa terkalahkan oleh Manchester United.

Pelatih 'Setan Merah' Ruben Amorim menyadari pentingnya pertandingan malam nanti. Manchester United harus memutuskan nasib buruk saat menghadapi Spurs. Amorim menjanjikan bahwa tim yang akan diturunkan malam nanti tidak sama dengan 'Setan Merah' yang dikalahkan Spurs pada final Piala UEFA lalu.

Namun, persoalan yang tidak kunjung bisa diselesaikan Amorim ialah lemahnya pertahanan 'Setan Merah'. Pada pekan lalu, mereka hanya bisa bermain imbang 2-2 melawan Nottingham Forest.

Dari seperempat perjalanan Liga Primer yang mereka jalani, gawang 'Setan Merah' sudah 16 kali kebobolan. Hampir dua gol yang bersarang di gawang mereka pada setiap pertandingan. Padahal, zaman kejayaan Sir Alex Ferguson, Manchester United paling panjang rekor tidak pernah kebobolan.

Kehadiran tiga penyerang Matheus Cunha, Bryan Mbeumo, dan Benjamin Sesko tidak ada manfaatnya apabila gol yang susah payah mereka cetak lebih sedikit atau sama dengan gol yang bersarang di gawang 'Setan Merah'. Inilah yang membuat Spurs memiliki kesempatan memperpanjang rekor kemenangan mereka malam nanti.

 

PERANG DI ETIHAD

Satu pertandingan lain yang menarik ditunggu pekan ini ialah pertemuan antara dua klub juara, Manchester City dan Liverpool di Stadion Etihad. Hampir satu dekade terakhir ini hanya mereka berdua yang bergantian memenangi Liga Primer.

Apabila kali ini mereka ingin menjadi juara, mereka harus bisa mengalahkan di antara mereka. Inilah yang membuat perang di Etihad Minggu malam esok menarik untuk ditunggu.

Liverpool yang sempat kehilangan irama penampilan dalam tujuh pertandingan kini mulai menemukan kembali diri mereka. Kemenangan 1-0 atas raksasa Spanyol Real Madrid menjadi modal berharga untuk menantang the Citizens.

Pilihan untuk memainkan Florian Wirtz sebagai penyerang sayap menjadi jawaban persoalan yang mengganggu penampilan the Reds. Penempatan Wirtz untuk menggantikan Cody Gakpo membuat serangan Liverpool lebih hidup.

Dengan Wirtz bermain di sayap, Arne Slot bisa memberi kesempatan kepada Alexis Mac Allister untuk menjadi jangkar di lapangan tengah. Gelandang asal Argentina itu menjadi penentu kemenangan Liverpool atas Real Madrid.

Kalau Slot berani mempertahankan formasi itu, Josep Guardiola harus berhati-hati. Kebangkitan kembali Liverpool akan menjadi ancaman bagi Manchester City yang juga sedang dalam proses membangun tim yang baru.

Guardiola mencoba membangun the Citizens yang berbeda. Dengan formasi 4-1-4-1, the Citizens mencoba menyeimbangkan antara bertahan dan menyerang. Tidak tanggung-tanggung lima pemain dikumpulkan di lapangan tengah dengan Rodri menjadi jangkarnya.

Meski hanya menempatkan Erling Haaland sebagai ujung tombak, Guardiola tidak khawatir untuk kehilangan ketajaman. Ia memiliki Jeremy Doku dan Phil Foden yang bisa aktif menjadi penyerang yang produktif ketika Manchester City mempunyai kesempatan untuk menekan lawan.

Inilah yang harus menjadi perhatian kapten kesebelasan Liverpool Virgil van Dijk kalau mereka tidak ingin pulang dengan tangan hampa. Jantung pertahanan the Reds bisa diekspolitasi habis oleh tim asuhan Guardiola kalau tidak kunjung melakukan pembenahan.

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik