Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
LYON menang tipis 1-0 atas FC Utrecht di laga Liga Europa, Jumat (26/9) dini hari WIB berkat gol tunggal Tanner Tessmann.
Kekalahan FC Utrecht itu menyamai rekor buruk klub Belanda di kompetisi Eropa dengan lima pertandingan yang berujung lima kekalahan.
Ini adalah kedua kalinya tim-tim Belanda tampil seburuk ini di Eropa, menyamai rekor yang dicetak pada musim 2017-18, ketika Ajax, Utrecht, Feyenoord, dan Vitesse menelan kekalahan.
FC Utrecht memulai pertandingan dengan Sebastien Haller di lini depan. Manajer Ron Jans memilih striker Pantai Gading tersebut alih-alih David Min. Ruben Kluivert diberi tempat sebagai starter bagi tim tamu. Putra legenda Belanda Patrick Kluivert yang berusia 24 tahun ini pernah bermain untuk Utrecht sebelumnya.
Tim tuan rumah nyaris memecah kebuntuan pada menit kelima. Sebuah tendangan sudut disundul oleh Mike van de Hoorn ke arah rekan bek tengahnya, Nick Viergever, di tiang belakang. Viergever sama sekali tidak terkawal, dan kontak bola yang baik pun akan menghasilkan gol, tetapi pemain berusia 36 tahun itu gagal memanfaatkan peluang tersebut.
Beberapa menit kemudian, giliran Lyon yang menyia-nyiakan peluang emas. Pemain sayap cepat tim, Malick Fofana, menemukan ruang di sayap sebelum melepaskan umpan silang ke kotak penalti, menemukan striker Adam Karabec yang tak terkawal di depan gawang, tetapi tendangannya melebar.
Haller hampir memecah kebuntuan semenit sebelum babak pertama berakhir ketika tendangannya dari tepi kotak penalti melebar tipis dari gawang. Namun, ini tidak seberapa dibandingkan dengan betapa dekatnya Lyon pada menit ke-52. Mirip dengan peluang Viergever, sebuah tendangan sudut disundul ke tiang jauh oleh Kluivert, dan sundulannya tampak akan masuk ke gawang, tetapi Vasilias Barkas melakukan penyelamatan gemilang untuk menjaga skor tetap 0-0.
Les Gones memimpin pada menit ke-75 melalui gol indah. Bola meluncur tepat ke arah Tanner Tessman, dan gelandang Amerika Serikat (AS) itu tanpa ragu, melesakkannya dengan keras ke sudut jauh gawang.
Gol ini memaksa Utrecht untuk menyerang, dan ini menghasilkan beberapa peluang penting di menit-menit akhir.
Pertama, Min, yang masuk sebagai pemain pengganti, tetap tenang di kotak penalti untuk memberikan umpan kepada Gijval Zechiel, tetapi tendangan sang gelandang terlalu keras, melambung di atas gawang.
Kemudian datanglah peluang terakhir Utrecht, dan itu sangat penting. Van de Hoorn kembali memenangkan sundulan di kotak penalti, menyundulnya ke Haller, yang sama sekali tidak terkawal di kotak penalti, tetapi striker veteran itu tidak melakukan kontak yang tepat dengan bola, dan bola bergulir perlahan ke tangan kiper Lyon, Dominik Greif.
Hal ini menyebabkan skor akhir 0-1. Ini menandai kekalahan ketiga Utrecht secara beruntun setelah sebelumnya dikalahkan Fortuna Sittard dan FC Groningen di laga Eredivisie. (nltimes/Z-1)
Kehadiran Ivar diharapkan mampu menambah kualitas permainan Dewa United, mengingat pengalamannya menimba ilmu sepakbola di Eropa serta kiprahnya bersama Tim Nasional Indonesia.
TEKA-teki masa depan gelandang Timnas Indonesia, Ivar Jenner, akhirnya terjawab. Manajemen FC Utrecht secara resmi mengumumkan perpisahan dengan pemain berusia 22 tahun tersebut.
KABAR mengejutkan datang dari kancah sepak bola Belanda. Gelandang andalan Timnas Indonesia, Ivar Jenner, resmi mengakhiri kerja samanya dengan klub Eredivisie, FC Utrecht.
DEWA United FC secara terbuka menyatakan ketertarikannya untuk memboyong gelandang Timnas Indonesia, Ivar Jenner, setelah sang pemain resmi memutus kontrak lebih awal.
Kontrak kerja sama antara gelandang Timnas Indonesia, Ivar Jenner, dengan klub Belanda, FC Utrecht, resmi berakhir lebih awal.
Meski sejatinya masih memiliki kontrak hingga akhir musim 2024/2025, Ivar Jenner memutuskan untuk meninggalkan klub Eredivisie FC Utrecht.
Selama membela Lyon, Endrick menunjukkan ketajaman yang luar biasa. Ia berhasil menjawab kepercayaan pelatih dengan torehan lima gol hanya dalam enam penampilan.
Gol ke gawang Laval di laga 16 besar Coupa de France merupakan gol kelima Endrick dalam lima laga terakhirnya sejak bergabung dengan Lyon, Desember lalu.
Preview lengkap Lyon vs Laval di babak 16 besar Coupe de France 2026. Prediksi skor, susunan pemain, dan statistik kunci di Groupama Stadium.
Kemenangan atas Lille semakin memperkokoh posisi Lyon di jajaran empat besar klasemen Ligue 1 sekaligus membuktikan tangan dingin Paulo Fonseca.
Kemenangan ini memastikan Lyon finis di posisi teratas klasemen Liga Europa, sementara PAOK harus puas terlempar ke babak play-off.
Preview laga Liga Europa 2026 antara Lyon vs PAOK di Groupama Stadium. Analisis performa, prediksi skor, dan susunan pemain jelang duel penentu fase liga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved