Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
TIMNAS Inggris sukses menjadi juara Euro U-21 usai mengalahkan timnas Jerman 3-2 lewat babak tambahan waktu di laga final, Minggu (29/6) dini hari WIB.
Dalam laga final Euro U-21 di Stadion Nasional Bratislava, Slovakia itu, Inggris tampil menggebrak dan memecah kebuntuan saat laga baru berjalan 5 menit lewat gol yang dicetak Harvey Eliott. Pemain Liverpool itu menyambar bola muntah untuk membawa the Young Lions unggul 1-0.
Timnas Inggris menggandakan keunggulan mereka di menit 24. Lewat sebuah skema serangan balik, James MacAtee melancarkan serangan dari tengah dan memberikan assist kepada Omari Hutchinson yang tidak terkawal, yang kemudian menceploskan bola ke gawang timnas Jerman.
Di masa injury time babak pertama, tepatnya di menit 45+1, timnas Jerman memangkas ketertinggalan lewat gol Nelson Weiper memanfaatkan umpan matang Paul Nebel.
Skor 2-1 untuk keunggulan timnas Inggris atas timnas Jerman bertahan hingga jeda.
Di babak kedua, timnas Jerman, yang tampil dominan, berhasil menyamakan kedudukan di menit 61 lewat gol Nebel, usai gelandang itu merebut bola yang beursaha dibuang Charlie Cresswell untuk kemudian melepaskan tendangan keras yang bersarang di gawang timnas Inggris.
Skor imbang 2-2 antara timnas Inggris dan timnas Jerman bertahan hingga waktu normal berakhir.
Di babak tambahan waktu, timnas Inggris hanya butuh waktu dua menit untuk menjebol gawang timnas Jerman lewat aksi pemain pengganti Jonathan Rowe, yang baru satu menit masuk menggantikan Harvey Eliott.
Gol itu dicetak Rowe melalui sundulan memanfaatkan umpan Tyler Morton.
Skor 3-2 untuk kemenangan timnas Inggris atas timnas Jerman bertahan hingga laga usai.
Keberhasilan the Young Lions menjadi juara Euro U-21 untuk kali kedua secara beruntun mengulangi kesuksesan mereka kala mempertahankan gelar pada 1982 dan 1984. (bbc/Z-1)
Di usia 33 tahun, delapan bulan, dan 30 hari, Lucy Bronze adalah pemain tertua timnas Inggris di Piala Eropa Putri 2025 dan bermain 598 menit sepanjang Piala Eropa Putri.
Kemenangan di Piala Eropa Putri ini menegaskan dominasi timnas Inggris di kancah sepak bola putri Eropa, sekaligus menambah koleksi gelar mereka menjadi dua kali berturut-turut.
Kemenangan ini menandai sejarah bagi timnas Inggris sebagai tim kedua setelah Jerman yang mampu menjuarai Piala Eropa Putri secara beruntun (2022 dan 2025).
Gol Aitana Bonmati di babak tambahan waktu mengantarkan timnas Spanyol meraih kemenangan 1-0 atas timnas Jerman di semifinal Piala Eropa Putri 2025, Kamis (24/7) dini hari WIB.
Chloe Kelly mencetak gol penentu kemenangan timnas Inggris pada menit ke-119, menyambar bola muntah hanya setelah kiper Italia Laura Giuliani berhasil menyelamatkan tendangan penaltinya.
Kiper timnas Jerman Ann-Katrin Berger menahan dua eksekusi penalti pemain timnas Prancis saat babak adu penalti perempat final Piala Eropa Putri.
Bagi Thomas Tuchel, kesuksesan di turnamen besar sangat bergantung pada atmosfer di dalam kamp latihan.
Ia merasa tidak pantas untuk diganti pendatang baru di ‘Three Lions’, Morgan Rogers.
Puncak pencapaian Sarina Wiegman terjadi pada musim panas lalu, saat ia sukses membawa timnas Inggris keluar sebagai juara Euro Putri 2025.
Pelatih timnas Inggris Thomas Tuchel menargetkan timnya keluar sebagai juara Grup L pada Piala Dunia 2026.
Harry Kane menilai skuad Inggris saat ini merupakan yang terbaik selama 10 tahun kariernya di tim nasional.
Thomas Tuchel menegaskan pentingnya perilaku setelah Jude Bellingham menunjukkan kekecewaan saat ditarik keluar dalam kemenangan 2-0 Inggris atas Albania.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved