Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BEK Aston Villa Enzi Konsa sedang berencana untuk berlibur sebelum mendapatkan panggilan untuk memperkuat timnas Inggris.
Konsa berperan penting dalam kebangkitan Aston Villa di bawah kendali Unai Emery selama setahun terakhir.
Namun, dia tetap tidak dipanggil ke timnas Inggris oleh pelatih Gareth Southgate untuk laga kualifikasi Piala Eropa 2024 melawan Malta dan Makedonia Utara.
Baca juga: Cole Palmer Dipanggil ke Timnas Inggris
Konsa merupakan pemain yang dipanggil susulan bersama Cole Palmer dan Rico Lewis, Minggu (12/11), setelah James Maddison, Lewis Dunk, dan Callum Wilson mundur karena cedera.
"Saya tengah pulang dari pertandingan pada Minggu. Kala itu, saya dan istri berbicara mengenai rencana berlibur. Namun, dua menit kemudian saya ditelepon dan dipanggil ke timnas," ujar Konsa.
"Rasanya sangat aneh. Saya masih belum memproses hal itu hingga saya tiba di rumah. Saya rasa istri saya sedikit menangis. Dia lebih senang ketimbang saya," lanjutnya.
Baca juga: Sterling tidak Dipanggil Timnas Inggris untuk Laga Kualifikasi Piala Eropa
Pemain belakang berusia 26 tahun itu merupakan bagian dari timnas Inggris U-20 yang menjadi juara Piala Dunia 2017 dan telah tampil tujuh kali di timnas U-21.
Namun, dia mengaku berterima kasih kepada Emery sehingga dipanggil ke timnas senior Inggris.
"Saya tahu saya masih harus mengembangkan permainan saya. Baru dua musim terakhir ini Aston Villa bangkit dan hal itu membantu saya berkembang sebagai pemain," ungkap Konsa.
"Saya tahu waktu saya akan datang. Saya bersabar dan kini saya sangat bangga," lanjutnya.
Konsa berpeluang dimainkan oleh Southgate mengingat Inggris telah memastikan tiket ke Piala Eropa 2024.
Timnas Inggris akan menjamu Malta di Stadion Wembley, Jumat (17/11) sebelum bertandang ke markas Makedonio Utara, Senin (20/11). (AFP/Z-1)
Di usia 33 tahun, delapan bulan, dan 30 hari, Lucy Bronze adalah pemain tertua timnas Inggris di Piala Eropa Putri 2025 dan bermain 598 menit sepanjang Piala Eropa Putri.
Kemenangan di Piala Eropa Putri ini menegaskan dominasi timnas Inggris di kancah sepak bola putri Eropa, sekaligus menambah koleksi gelar mereka menjadi dua kali berturut-turut.
Kemenangan ini menandai sejarah bagi timnas Inggris sebagai tim kedua setelah Jerman yang mampu menjuarai Piala Eropa Putri secara beruntun (2022 dan 2025).
Gol Aitana Bonmati di babak tambahan waktu mengantarkan timnas Spanyol meraih kemenangan 1-0 atas timnas Jerman di semifinal Piala Eropa Putri 2025, Kamis (24/7) dini hari WIB.
Chloe Kelly mencetak gol penentu kemenangan timnas Inggris pada menit ke-119, menyambar bola muntah hanya setelah kiper Italia Laura Giuliani berhasil menyelamatkan tendangan penaltinya.
Kiper timnas Jerman Ann-Katrin Berger menahan dua eksekusi penalti pemain timnas Prancis saat babak adu penalti perempat final Piala Eropa Putri.
Bagi Thomas Tuchel, kesuksesan di turnamen besar sangat bergantung pada atmosfer di dalam kamp latihan.
Ia merasa tidak pantas untuk diganti pendatang baru di ‘Three Lions’, Morgan Rogers.
Puncak pencapaian Sarina Wiegman terjadi pada musim panas lalu, saat ia sukses membawa timnas Inggris keluar sebagai juara Euro Putri 2025.
Pelatih timnas Inggris Thomas Tuchel menargetkan timnya keluar sebagai juara Grup L pada Piala Dunia 2026.
Harry Kane menilai skuad Inggris saat ini merupakan yang terbaik selama 10 tahun kariernya di tim nasional.
Thomas Tuchel menegaskan pentingnya perilaku setelah Jude Bellingham menunjukkan kekecewaan saat ditarik keluar dalam kemenangan 2-0 Inggris atas Albania.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved