Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Pelatih Timnas U-17 Indonesia Bima Sakti mengakui pertandingan uji coba melawan Korea Selatan (Korsel) yang dimainkan pada Rabu (31/8) malam lebih ditujukan untuk mengetes kekuatan pertahanan tim asuhannya.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, itu, Timnas Indonesia memang dipaksa lebih banyak bertahan. Korsel pun keluar sebagai pemenang dengan skor 1-0 berkat gol Baek Ga-on pada menit ke-66.
"Kita memang fokus ke pertahanan. Kita sempat dua minggu, seperti pernah saya sampaikan kemarin, pertahanan terus latihannya. Kemudian dua minggu selanjutnya kita latihan serangan," kata Bima usai pertandingan.
Baca juga: Timnas U-17 Kalah Tipis dari Korsel
Bima melihat masih ada beberapa pemain yang melakukan kesalahan yang tidak perlu. Itu akhirnya merugikan tim. Ia pi berkomitmen, dengan bantuan Frank Wormuth dan tim kepelatihan, terus memperbaiki kesalahan-kesalahan tersebut.
Evaluasi akan terus dilakukan terutama saat timnas U-17 melakukan pemusatan latihan di
Jerman September mendatang.
Baca juga: Uji Coba Lawan Korsel Jadi Bagian Seleksi Akhir Tim U-17 Indonesia
"Memang tadi saya mengingatkan ke pemain. Kita banyak kesalahan yang tidak perlu dan kesalahan-kesalahan individu. Itu yang menjadi pembelajaran buat kita ke depannya," imbuh mantan pemain Timnas itu.
Skuad Garuda U-17 masih akan menjalani sejumlah pertandingan uji coba di Jerman sebelum menghadapi ajang besar Piala Dunia U-17. Bima meyakini bahwa pemain-pemain yang dimainkan pada pertandingan uji coba melawan Korsel dapat disebut sebagai kerangka tim untuk turnamen akbar yang akan berlangsung November mendatang.
"Untuk pemain-pemain yang main tadi, di babak pertama maupun kedua, ya itulah menjadi tulang punggung di tim kita," tandasnya. (Ant/Z-11)
Bagi Hector Souto, pencapaian timnas Indonesia sebagai runner-up Piala Asia Futsal 2026 belum cukup untuk menenangkan hatinya.
Selain Indonesia dan Saint Kitts and Nevis, dua negara lain yang turut ambil bagian dalam FIFA Series di Indonesia ialah Bulgaria dan Kepulauan Solomon.
Menurut Kensuke Takahashi, Indonesia, yang kini ditangani Hector Souto, berada dalam kondisi yang sangat siap untuk menghadapi raksasa futsal Asia, Iran, di laga final Piala Asia Futsal.
Keberhasilan melaju ke empat besar merupakan pencapaian tertinggi Indonesia sepanjang keikutsertaannya dalam 11 edisi Piala Asia Futsal sejak debut pada 2002.
Kekuatan Indonesia terlihat pada skema pressing tinggi dan set-piece, yang menjadi kunci gol-gol penting di laga sebelumnya.
Hanya Indonesia wakil Asia Tenggara di semifinal Piala Asia Futsal 2026. Vietnam yang pernah menembus semifinal edisi 2016 gugur di tangan Indonesia.
Dengan melatih kecerdasan buatan untuk memahami evolusi ledakan supernova dan menggabungkan wawasan tersebut dengan model fisika besar
Lapisan es di sekitar sebuah bintang muda di galaksi Awan Magellan Besar menyimpan kejutan bagi dunia sains. Molekul-molekul kompleks yang menjadi dasar kehidupan berhasil teridentifikasi
Studi terbaru menggunakan Teleskop James Webb menemukan galaksi-galaksi muda di alam semesta awal bergejolak dan tidak stabil akibat tingginya gas pembentuk bintang.
Studi terbaru mengungkap asal usul 3I/ATLAS mungkin berasal dari perbatasan galaksi Bima Sakti, menjadikannya peninggalan purba.
Astronom ESA menemukan gelombang raksasa di Bima Sakti yang mendorong miliaran bintang.
JWST berhasil memotret awan gas Sagittarius B2. Temuan ini mengungkap keindahan sekaligus misteri mengapa pembentukan bintang di jantung Bima Sakti.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved