Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
FIFA membekukan posisi Luis Rubilaes sebagai Presiden Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF), Sabtu (26/8) karena mencium bibir pemain timnas putri Spanyol Jenni Hermoso. Rubiales juga dilarang melakukan kontak dengan Hermoso.
Langkah FIFA itu merupakan perkembangan terbaru perselisihan antara Rubiales dengan RFEF, Hermoso, serta timnas putri Spanyol yang menyebut ciuman itu telah menodai keberhasilan mereka menjadi juara Piala Dunia Wanita.
"Kami memutuskan untuk membekukan Luis Rubiales dari semua kegiatan sepak bola baik di tingkat nasional maupun internasional," ungkap FIFA.
Baca juga: La Liga F Tuntut Rubiales Dipecat Terkait Ciuman di Piala Dunia Wanita
Pembekuan Rubiales oleh FIFA itu akan berlangsung selama 90 hari saat organisasi sepak bola dunia itu menggelar sidang disiplin terhadap pria berusia 46 tahun itu.
AFP/FRANCK FIFE--Gelandang timnas putri Spanyol Jennifer Hermoso
FIFA menambahkan Rubiales dan RFEF dilarang melakukan Hermoso maupun kerabatnya.
Hermoso dan 80 pemain Spanyol lainnya, termasuk seluruh pemain timnas putri Spanyol, mengumumkan akan melakukan pemogokan memprotes aksi Rubiales.
Baca juga: PM Spanyol Sebut Permintaan Rubiales Atas Ciuman dengan Hermoso tidak Memadai
Mereka mengatakan akan menolak bermain untuk timnas selama kepemimpinan di RFEF tidak diganti.
RFEF menanggapi pembekuan Rubiales dengan mengatakan Rubiales memiliki kepercayaan penuh terhadap FIFA dan dia akan membela diri hingga dirinya dinyatakan tidak bersalah.
RFEF juga mengatakan Pedro Rocha akan mengambil alih posisi Rubiales dengan status presiden interim.
Hermoso, Jumat (25/8), mengungkapkan bahwa Rubiales dan RFEF terus melakukan tekanan terhadap dirinya, keluarga, dan teman-temannya agar dia mau muncul dengan Rubiales dalam sebuah video permintaan maaf, namun Hermoso menolak.
Rubiales mendapat tekanan untuk mundur dari posisi di RFEF namun dalam sidang darutat RFEF pada Jumat (25/6), Rubiales menolak dengan mengklaim dirinya merupakan target pembunuhan sosial.
Pada Sabtu (26/8) RFEF mengancam akan mengambil langkah hukum terhadap Hermoso yang dituding berbohong mengenai ciuman itu.
Hermoso menegaskan dirinya tidak pernah memberi izin untuk dicium usai Spanyol menjadi juara Piala Dunia Wanita dengan mengalahkan Inggris 1-0 di laga final saat Rubiales mengklaim ciuman itu dilakukan atas keinginan bersama dalam kondisi euforia.
Pada Sabtu (26/8), RFEF kembali merilis pernyataan yang menyerang Hermoso.
"Kami menegaskan bahwa Jennifer Hermoso berbohong di smeua pernyataannya dan kami akan membuktikan hal itu," tegas RFEF.
Hermoso membalas pernyataan RFEF bahwa ciuman itu dilakukan secara konsensual dengan menegaskan dirinya adalah korban penyerangan seksual.
"Saya ingin menegaskan bahwa saya tidak pernah memberi izin untuk ciuman tesebut," tegas Hermoso.
Pemerintah Spanyol, Sabtu (26/8), mengungkapkan mereka juga telah memulai proses yang akan membuat mereka bisa membekukan posisi Rubiales mulai pekan depan.
Para pemain tim lawan Spanyol di final Piala Dunia Wanita, Inggris, merilis pernyataan yang membela Hermoso di media sosial.
"Perilaku yang tidak bisa diterima dilakukan oleh organisasi seksis dan patriakal. Pelecehan adalah pelecehan dan itu adalah kebenaran," tegas timnas Inggris yang menandatangani pernyataan itu dengan. 'The Lionesses'.
Para pemain timnas Spanyol, termasuk peraih dua Ballon d'Or Alexia Putellas, memberikan dukungan mereka kepada Hermoso lewat media sosial.
Putellas, Hermoso, Aitana Bonmati, dan pemain lainnya juga menegaskan mereka tidak akan lagi membela timnas Spanyol hingga Rubiales dan pengurus RFEF lainnya mengundurkan diri.
Pelatih Barcelona Xavi Hernandez juga ikut mengkritik Rubiales pada Sabtu (26/8).
"Saya mendukung Jenni dan pemain timnas putri Spanyol lainnya," ungkap Xavi.
"Saya juga mengecam keras perilaku presiden RFEF."
"Saya juga merasa sedih, keberhasilan timnas Spanyol menjadi juara Piala Dunia menjadi tidak dibicarakan dan hanya perilaku menjijikan ini yang menjadi sorotan," lanjutnya. (AFP/Z-1)
Piala Dunia Putri FIFA, yang diikuti 48 tim, akan mengadopsi format 12 grup, sehingga jumlah pertandingan meningkat dari 64 menjadi 104 dan turnamen diperpanjang satu pekan.
Bonmati melanjutkan kesuksesan rekan setimnya Alexia Putellas, yang meraih Ballon d'Or pada tahun lalu, setelah membawa timnas Spanyol menjadi juara Piala Dunia Putri.
FIFA, sebelumnya, telah menskors Rubiales selama 90 hari setelah dia mencium paksa Hermoso di upacara pemberian medali juara usai timnas Spanyol menjadi juara Piala Dunia Putri.
Putellas, bek Irene Paredes, dan penjaga gawang Misa Rodriguez dijadwalkan bersaksi pada 2 Oktober dalam kasus melawan Rubiales yang dituding melakukan serangan seksual.
"Apa yang terjadi adalah aksi spontal, mutual, dan konsensual. Aksi itu terjadi dipicu oleh emosi pada momen itu karena perasaan gembira. Saya menegaskan bahwa itu yang terjadi."
Setelah dihentikan sementara oleh FIFA, Luis Rubiales memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya setelah skandal ciumannya.
Keberhasilan Aitana Bonmatí meraih trofi FIFA ini menyusul raihan Ballon d'Or ketiganya yang ia dapatkan pada September lalu.
Aitana Bonmati terjatuh dengan posisi yang tidak nyaman saat sesi latihan pagi di markas timnas Spanyol di Las Rozas, Madrid, Minggu (30/11).
Timnas Spanyol akan menghadapi juara bertahan dua kali, timnas Italia, untuk memperebutkan gelar Piala Davis setelah mengalahkan timnas Jerman di laga semifinal.
Luis De La Fuente menjelaskan dirinya gembira dan sangat menghargai rentetan hasil yang telah didapat oleh timnas Spanyol sepanjang kualifikasi Piala Dunia 2026.
Timnas Spanyol meraih tiket ke Piala Dunia 2026 sebagai juara Grup E kualifikasi Piala Eropa 2026 dengan raihan 16 poin dari enam laga.
Pelatih timnas Spanyol, Luis de la Fuente, meminta timnya tetap rendah hati meski baru saja mencetak rekor baru dengan 30 laga berturut-turut tanpa kekalahan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved