Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Timnas U-23 Indonesia mencetak sejarah setelah meraih kemenangan 3-1 atas Thailand di laga semifinal Piala AFF U-23 yang dihelat di Stadion Provinsi Rayong, Kamis (24/8) malam. Itu adalah kemenangan pertama Indonesia di kandang Thailand sejak 38 tahun terakhir.
"Ini kemenangan pertama Timnas Indonesia atas Thailand di kandang Thailand setelah 38 tahun. Terakhir kali, kita menang pad 1985 saat Pra-Piala Dunia 1986. Lewat Gol Heri Kiswanto ke gawang Somphong Nantaprapasin, Indonesia mengalahkan Thailand 1-0," kata pengamat sepak bola nasional Akmal Maharli dalam keterangannya, Jumat (25/8).
Sejak 1977, Timnas Indonesia tercatat hanya hanya enam kali menang kontra Thailand. Sementara, Tim Gajah Putih meraih 16 kemenangan. Dari deretan kemenangan Indonesia atas Thailand, mayoritas terjadi di kandang sendiri atau di tempat netral. Seperti pada 1979, 2011, dan 2019 kala laga digelar di Indonesia. Sedangkan pada 1989, 1991, dan 2023 kemenangan Indonesia atas Thailand terjadi di tempat netral.
Baca juga : Kalah dari Vietnam, Garuda Muda Bergegas Persiapkan Kualifikasi Piala Asia
Akhirnya, pada laga semifinal Piala AFF U-23 2023, Kamis (24/8), kutukan tidak pernah menang atas Thailand di markas lawan bisa dihancurkan. Indonesia tampil meyakinkan di hadapan puluhan ribu pendukung Thailand yang memadati Stadion Provinsi Rayong.
Kemenangan timnas Indonesia terasa manis. Sebab tim berangkat ke Thailand dengan kekuatan minimum. Pasalnya, beberapa pemain utama tidak diizinkan klub untuk mengikuti Piala AFF U-23. Sebaliknya, Thailand turun dengan pemain terbaik plus rekor sempurna di putaran grup.
Tim asuhan Shin Tae-yong akan menantang Vietnam di laga final di stadion yang sama pada Sabtu (26/8). (Z-11)
John Herdman akan menjadi pelatih kepala timnas Indonesia dengan tanggung jawab ganda. Tak hanya membesut tim senior, pelatih berkebangsaan Inggris itu juga akan menangani tim U-23.
Timnas U-23 Indonesia kalah 0-3 dari Mali dalam laga uji coba. Pelatih Indra Sjafri menilai performa tim tidak sepenuhnya buruk dan menjelaskan faktor penyebab kekalahan.
PELATIH Timnas U 23, Indra Sjafri, memastikan pemusatan latihan (TC) tahap kedua akan menjadi momentum penting untuk menentukan 23 pemain yang dibawa ke SEA Games 2025.
Sebelumnya, tim asuhan Indra Sjafri telah menjalani dua laga uji coba melawan India U-23.
Dua penyerang utama Timnas U-23 Indonesia, Jens Raven dan Hokky Caraka, tidak dapat mencetak gol, dan meneruskan paceklik gol mereka dari Kualifikasi Piala Asia U-23 2026, September lalu.
Hasil imbang kontra timnas India ini menjadi bahan evaluasi penting bagi pelatih Indra Sjafri untuk membenahi performa timnas U-23 Indonesia sebelum tampil di SEA Games 2025.
Timnas putri Indonesia menghuni posisi juru kunci klasemen sementara Grup A sepak bola putri SEA Games 2025, setelah kalah telak 0-8 dari tuan rumah Thailand.
Thailand, yang merupakan tim tuan rumah dan peringkat 53 dunia, akan dihadapi Indonesia pada hari ini, Kamis (4/12), pukul 18.30 WIB di Stadion Chonburi.
TIM nasional U-22 Thailand dan Vietnam memulai langkah mereka di cabang olahraga sepak bola putra SEA Games 2025 dengan kemenangan meyakinkan, Rabu (3/12).
“Tentu saja kami ingin memenangkan pertandingan dalam 90 menit. Tapi jika harus sampai ke adu penalti, semuanya bergantung pada mental dan keberuntungan,”
Timnas Thailand sukses menempati peringkat ketiga ASEAN Championship U-23 2025 setelah menaklukkan timnas Filipina dengan skor 3-1 di partai perebutan tempat ketiga
Timnas Thailand melaju ke semifinal ASEAN Championship 2025 usai menahan imbang Myanmar tanpa gol di laga pamungkas Grup C.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved