Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Nama Xabi Alonso kian menggelembung. Manajer Bayer Leverkusen itu dikabarkan menarik perhatian klub Liga Inggris, West Ham United. Santer dikabarkan, klub asal London itu sedang mencari pengganti yang pas bagi David Moyes, di tengah performa klub yang kurang memuaskan.
Saat ini, West Ham United berada di peringkat 14 Liga Premier, dengan hanya berbanding 5 poin dari klub relegasi.
Meski Alonso bukan orang baru yang bisa diremehkan di dunia sepak bola global. Namun, harus diakui karier kepelatihan lelaki berkebangsaan Spanyol masih sangat dini. Sebagai salah satu standar dan pusat sepak bola dunia, umumnya tak sembarang orang bisa berkarier di Liga Primer. Baik sebagai pemain atau pelatih.
Lantas, mampukah Xabi Alonso berlayar ke Inggris dan melesatkan kariernya sebagai pelatih lewat Liga Primer? Sebelum berspekulasi, mari kita dulu kenali dulu dengan salah satu gelandang terbaik yang pernah dimiliki Real Madrid dan Bayern München tersebut.
Baca juga: Moyes Optimistis Didukung Manajemen West Ham
Anak Didik Pep Guardiola
Sama seperti Mikel Arteta dan Vincent Kompany, Xabi Alonso juga pernah mengenyam pendidikan di bawah asuhan Pep Guardiola. Pada saat masih menjadi manajer Bayern Munchen di tahun 2014, Pep bersama dengan Xabi menghabiskan dua musim bermain bersama.
Pep yakin, Xabi juga nantinya dapat menjadi pelatih yang sukses. Hal inilah yang dia katakan pada Oktober 2022 silam, pada saat Leverkusen menawarinya menjadi manajer.
“Xabi adalah gelandang bertahan yang luar biasa, dan saat kamu menjadi gelandang bertahan kamu harus mengerti permainan seluruhnya. Dan dia membaca (permainan) dengan sempurna. Kepelatihan itu adalah kesempatan yang besar,” ungkap Guardiola, seperti dilansir dari livescore.
Baca juga: Guardiola Tetap Waspadai Bayern yang Tengah Dilanda Konflik Internal
Buah Jatuh Tak Jauh dari Pohonnya
Meskipun Guardiola memiliki peran dalam pembentukan karakter permainan Xabi, tetapi kemampuan Xabi sepenuhnya bukan berasal dari Pep semata. Xabi mengungkapkan bahwa idolanya adalah ayahnya sendiri, Periko Alonso.
Periko Alonso adalah pemain bola yang pernah tampil di Real Sociedad, Barcelona, dan juga Timnas Spanyol. Periko juga yang mengajarkan kepada Xabi bahwa kepuasan sejati dalam sepakbola datang dari operan yang sempurna alih-alih penyelesaian yang fantastis.
Filosofi itulah yang kemudian menjadi dasar bagi Xabi Alonso dalam memugar karakter permainannya. Tidak hanya pada saat menjadi pemain, Xabi juga tetap menerapkan kepercayaan itu pada saat telah menjadi pelatih.
Tercatat, di Liga Bundesliga, hanya Bayern Munchen, Borussia Dortmund, dan RB Leipzig saja yang menorehkan operan lebih banyak dibanding timnya, Bayer Leverkusen.
Terbukti, permainan dengan intensitas operan yang tinggi juga menjadi gaya permainan yang diterapkan Pep Guardiola, Mikel Arteta, dan Vincent Kompany, di Inggris Raya.
Hasil Memuaskan
Hanya sedikit manajer yang langsung menunjukkan hasil memuaskan pada masa awal karirnya. Tampaknya, Alonso menjadi bagian dari yang sedikit tersebut.
Alonso, berhasil menyelamatkan Bayer Leverkusen dari zona relegasi. Serta, sejak November, timnya berhasil memenangkan 12 dari 17 pertandingan yang ada, dan hanya menyisakan 6 poin dari spot Liga Champions.
Di bawah Xabi, Bayer Leverkusen telah menorehkan 44 gol dan kebobolan 25 gol. Dengan percobaan operan sebanyak 505 operan per 90 menit, dan rata-rata penguasaan bola hingga 51 persen.
Kini, Xabi harus berhadapan kembali dengan mentor lamanya, Jose Mourinho. Bayer Leverkusen nantinya akan berhadapan dengan AS Roma dalam semifinal Liga Eropa. Tugas berat menanti Xabi, sebab Roma di bawah Mourinho juga menunjukan hasil yang signifikan.
Maka, apabila West Ham tertarik pada Xabi, mereka harus meminangnya segera. Melihat dari rekam jejaknya, Xabi sepertinya akan menarik lebih banyak klub Eropa, kedepannya.
Itulah sekelumit kisah perjalanan Xabi Alonso dalam dunia sepak bola yang kini tengah berjuang memantapkan karier sebagai pelatih. Kira-kira bagaimana kalau pendapat kalian para pecinta sepak bola?
(Z-9)
Kini, tak ada pilihan lain bagi Benfica selain menumbangkan sang kolektor 15 gelar Liga Champions sembari berharap hasil dari pertandingan lain memihak mereka.
REAL Madrid mengawali hasil dengan buruk saat dilatih Alvaro Arbeloa, setelah pertandingan Albacete vs Real Madrid yang membuat tim itu tersingkir dari Copa del Rey.
Pelatih Barcelona, Hansi Flick, memberikan pesan berkelas menanggapi pemecatan rivalnya, Xabi Alonso, dari kursi kepelatihan Real Madrid.
Klopp tetap meyakini bahwa Alonso adalah pelatih berbakat yang akan sukses di masa depan.
Jude Bellingham tidak hanya membantah rumor, tetapi juga melayangkan kritik tajam kepada pihak-pihak yang menyebarkan kabar bohong demi keuntungan trafik semata.
SEPAK bola, seperti hidup, sering kali tidak ditentukan skor. Ia ditentukan sikap.
Kabar baik datang bagi pendukung Die Fohlen. Bek Timnas Indonesia, Kevin Diks, dipastikan pulih 100 persen dari cedera kepala yang dialaminya Januari lalu.
Bayer Leverkusen resmi menjadi tim yang berhasil mencapai babak semifinal DFB Pokal dalam tiga musim berturut-turut untuk pertama kalinya sepanjang sejarah.
Prediksi perempat final DFB Pokal 2026 antara Bayer Leverkusen vs St Pauli. Simak head to head, susunan pemain, dan analisis taktik di BayArena.
Bayer Leverkusen sukses mencuri poin penuh di markas Eintracht Frankfurt dengan skor 3-1. Kemenangan ini membawa Leverkusen mendekati zona empat besar Bundesliga.
Bintang kemenangan Bayer Leverkusen atas Villarreal di laga Liga Champions kali ini adalah Malik Tillman.
Preview laga Bayer Leverkusen vs Villarreal di Liga Champions 2025/2026. Leverkusen butuh kemenangan untuk lolos, Villarreal main lepas. Simak jadwal, H2H, dan prediksi skor.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved