Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Mantan manajer Persija IGK Manila mengungkap peran Erick Thohir di persepakbolaan nasional. Tidak hanya dua kali menyelamatkan Indonesia dari sanksi FIFA, Erick nyatanya juga merupakan sosok di balik kebangkitan Persija awal 2000-an.
Menurut Manila tidak banyak orang yang tahu bahwa Erick telah aktif membantu Persija sejak era 1990-an. "Saat saya dipercaya menjadi manajer pertama kali tahun 1997, Ericklah yang mendukung semua kebutuhan finansial Persija. Dari mulai pembelian pemain, laga kandang maupun laga kandang, semua anggaran saya tinggal minta ke dia. Pemain semahal apapun yang saya ajukan disetujui, bahkan tak jarang Erick memberi masukan pemain yang harus dibeli, dia mengerti pemain bagus, dan harga tidak jadi masalah karena untuk membentuk Persija yang tangguh," ujar Manila lewat keterangan tertulis yang diterima Senin (13/2).
Manila mengungkaplan bahwa Erick terlibat di sepak bola dikarenakan kecintaannya pada dunia olahraga kulit bundar Indonesia. Meski tanpa sorotan kamera, namun sumbangsih besar Erick berbuah gelar juara Persija pada 2001.
"Berkat dukungan finansial dari Erick Thohir dengan mendatangkan sejumlah pemain bintang, serta memenuhi segala kebutuhan tim, Persija kemudian menjelma menjadi tim tangguh, dan akhirnya keluar sebagai juara pada tahun 2001," lanjut Manila.
Menurut Manila peran Erick dalam persepakbolaan nasional sudah bukan lagi pertanyaan. Sebab Erick terbuktk rekam jejaknya dalam berkorban waktu, tenaga, dan sumber dayanya demi membangun sepak bola nasional. "Erick itu tokoh nasional, Merah Putih yang ada di dadanya," kata Manila. (OL-12)
Gaya berpikir Nietzsche setali dua uang dengan cara hidup dan pikir seorang IGK Manila.
Upacara militer sebagai penghormatan terakhir kepada Alm. Mayjen (Purn) I Gusti Kompang (IGK) Manila di Rumah Duka Sentosa, RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.
Proses pemakaman sesuai dengan agama kepercayaan almarhum, yakni Hindu. Pelaksanaan menyesuaikan dengan keadaan di Jakarta.
Kepergian IGK Manila menjadi penanda berakhirnya perjalanan seorang tokoh karismatik, tegas, sekaligus pengayom.
I Gusti Kompyang Manila (IGK Manila) lahir di Singaraja, Bali, pada 8 Juli 1942, telah berpulang ke hadirat Tuhan pada 18 Agustus 2025 di Rumah Sakit Bunda, Menteng, Jakarta.
CEO Media Group, Mohammad Mirdal Akib, mengenang Gubernur Akademi Bela Negara (ABN) Partai NasDem, Mayor Jenderal TNI (Purn.) I Gusti Kompyang (IGK) Manila, y
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved