Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA DPD RI Lanyalla Mahmud Mattalitti akan hadir ke Kantor PSSI di Jakarta dalam pendaftaran dan penyerahan berkas bakal calon Ketua Umum PSSI, Jum'at (13/1). Meskipun Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan (KBP) belum terbentuk, PSSI tetap menerima berkas pendaftaran bakal calon ketua umum PSSI.
"(Besok) habis salat Jumat," kata Lanyalla saat dihubungi Media Indonesia, Kamis (12/1).
Ia mengaku sudah mendapat dukungan dari sejumlah Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur. Kendati demikian, ia tidak menyebut pihak mana yang sudah mendukung niatannya itu. "Pasti siap (jadi Ketum PSSI) jika dapat dukungan," kata Lanyalla.
Lanyalla pernah menjabat sebagai Ketua Umum PSSI-KPSI periode 2011-2013. Dia terpilih melalui Kongres Luar Biasa yang diprakarsai Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI), di Jakarta 18 Maret 2011.
Selain itu, dia juga pernah menjabat Wakil Ketua Umum PSSI periode 2013-2015. Dan menjabat Ketua Umum PSSI periode 2015- 2016.
Ketua Umum Asprov PSSI Jawa Timur Ahmad Riyadh mengaku pihaknya beserta seluruh pengurus Asprov PSSI Jatim sudah menyatakan sikap mengusung La Nyalla. Menurut Riyadh, La Nyalla dinilai layak untuk memimpin kembali induk organisasi sepak bola tertinggi Indonesia itu.
Riyadh yang juga Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI periode 2019-2023 juga berencana maju di pemilihan anggota Exco periode selanjutnya pada Kongres Luar Biasa (KLB) 16 Februari
"Insyaallah (mencalonkan kembali jadi Exco PSSI)," tandas Riyadh.
Sekjen PSSI Yunus Nusi menjelaskan bakal calon ketum PSSI hingga Exco sudah bisa mendaftar meskipun KP dan KBP belum dibentuk. Pasalnya, FIFA menginginkan Kongres Pemilihan dipercepat menjadi 16 Februari dari jadwal sebelumnya pada Maret.
Normalnya, calon Ketum PSSI baru bisa mendaftar apabila KP dan KBP sudah terbentuk. Setelah itu, KP akan mengumumkan siapa saja calon Ketum yang lolos verifikasi dan mengikuti Kongres Pemilihan.
FIFA, kata Yunus Nusi, sudah menyetujui hal itu. Tugas KP diambil kesekjenan PSSI di bawah Sekjen Yunus Nusi.
"Bahwa surat FIFA yang mempercepat Kongres yang permohonan PSSI itu di bulan Maret oleh FIFA kan dipercepat di 16 Februari. Kami sampaikan lalu bagaimana cara kerja tahapan sampai menuju kepada pemilihan yang sementara ini Kongres belum memilih Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan,” kata Yunus. (OL-8)
PSSI juga memastikan seluruh proses naturalisasi yang dilakukan semua pemain sah dan sesuai dengan peraturan hukum di Indonesia.
PSSI menegaskan bahwa seluruh proses naturalisasi pemain keturunan yang kini membela Timnas Indonesia telah dilakukan secara sah dan sesuai peraturan hukum di Indonesia.
Meski kalah, Erick Thohir menilai timnas Indonesia mampu menunjukkan permainan yang kompetitif melawan timnas Bulgaria di ajang FIFA Series.
Timnas Indonesia dijadwalkan menghadapi ujian sesungguhnya melawan timnas Bulgaria pada partai final FIFA Series 2026, Senin (30/3).
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar seremoni penghargaan, melainkan penghormatan bagi mereka yang bekerja di balik layar maupun di lapangan.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menilai FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk menunjukkan kapasitas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved