Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Pemain Prancis Samuel Umtiti meninggalkan lapangan sambil menangis setelah dia dan rekan setimnya di Lecce Lameck Banda mengalami pelecehan rasis dari para penggemar Lazio saat meraih kemenangan dengan skor 2-1 di Stadion Comunale Via del Mare, Rabu (4/1/2023) malam WIB.
Wasit sempat menghentikan pertandingan di babak kedua karena ada ejekan rasis yang berasal dari sektor tribune yang diduduki oleh pendukung Lazio. Mereka juga melontarkan hinaan rasis kepada pemain asal Zambia, Lameck Banda selama babak pertama.
Umtiti ialah pemain kelahiran Kamerun yang memenangkan Piala Dunia 2018 bersama Prancis. Ia dipinjamkan ke Lecce dari Barcelona. Pemain berusia 29 tahun itu meninggalkan lapangan sambil menangis di akhir pertandingan.
Presiden Lecce Saverio Sticchi Damiani mengatakan bahwa wasit menghentikan pertandingan dan penyiar stadion menyerukan agar pelecehan dihentikan. Namun, kata dia, Umtiti meminta agar pertandingan tetap dilanjutkan.
"Dia ingin menanggapi hinaan itu di lapangan (dengan tetap melanjutkan pertandingan). Dia bereaksi seperti seorang juara sejati," kata Damiani.
Lecce memprotes keras setelah pemainnya mendapatkan tindakan rasis. Mereka tersebut menyuarakannya di media sosial Twitter usai pertandingan.
"Nyanyian rasis telah bergema sepanjang laga. Namun kami tak tinggal diam, semua pendukung Lecce mulai meneriakkan satu nama, Umtiti, sebagai bentuk dukungan dan semangat baginya," tulis pihak klub.
Presiden FIFA Gianni Infantino memberikan tanggapan atas insiden itu dan dukungan ke Umtiti dan Banda.
"Mari berteriak dengan keras dan jelas: TIDAK UNTUK RASISME! Semoga sebagian besar penggemar, yang merupakan orang baik, berdiri untuk membungkam semua rasis untuk selamanya!" tulisnya dalam postingan Instagram. (AFP/OL-12)
Arne Slot menekankan bahwa tanggung jawab insan sepak bola jauh lebih besar dibanding masyarakat awam dalam menangani isu diskriminasi.
SUDAH sejak 1993 kampanye antirasisme di sepak bola digaungkan.
Benfica membela pemain mereka Gianluca Prestianni, yang kini berada di bawah penyelidikan UEFA atas dugaan pelecehan rasisme terhadap bintang Real Madrid, Vinicius Junior.
Pernyataan keras Presiden FIFA itu menyusul dugaan insiden rasisme yang menimpa bintang Real Madrid, Vinicius Junior, dalam laga leg pertama playoff Liga Champions 2025/26 melawan Benfica.
anggota dpr Nyoman Parta, berharap masyarakat Bali mulai menjauhkan diri dari praktik rasisme yang kerap diarahkan kepada warga pendatang.
BEK Real Madrid, Trent Alexander-Arnold, mengecam keras dugaan rasisme yang dialami rekan setimnya, Vinicius Junior, saat Los Blancos menang 1-0 atas SL Benfica.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved