Senin 05 Desember 2022, 12:30 WIB

Preview 16 Besar Piala Dunia 2022: Brasil vs Korsel

Basuki Eka Purnama | Sepak Bola
Preview 16 Besar Piala Dunia 2022: Brasil vs Korsel

ANTARA/Juns
Preview laga 16 besar antara Brasil dan Korea Selatan

 

PELATIH Brasil Tite tengah dipusingkan oleh masalah cedera pemain-pemainnya, termasuk sejumlah pemain reguler starter.

"Tuntutan fisiknya kian besar saja, sementara waktunya singkat. Ini efek kumulatif dari pertandingan dan kadang-kadang Anda tidak memiliki waktu ideal untuk memulihkan diri," kata Tite.

Tite tidak membolehkan media menghadiri sesi latihan Brasil, dua hari lalu, tetapi memastikan Neymar, Alex Sandro dan Danilo berada di lapangan untuk menguji kondisi tubuh mereka.

Baca juga: Tite Sebut Neymar Berpeluang Tampil Kontra Korsel

Jika kedua bek sayap itu tidak bisa dimainkan, bek tengah Marquinhos mungkin digeser ke kiri, sedangkan bek gaek Dani Alves, yang menjadi pemain Brasil tertua saat menghadapi Kamerun, bisa dicoba di kanan.

Jika Tite memilih menggunakan bek tengah Real Madrid Eder Militao sebagai bek sayap, seperti yang dilakukannya saat Danilo absen melawan Swiss, Brasil tidak akan memiliki bek lain di bangku cadangan.

Jika Neymar masih absen, Rodrygo kemungkinan menjadi opsi pertama Tite, karena duet Manchester United, Fred dan Casemiro, di lini tengah yang dipasang Tite melawan Swiss kurang meyakinkan. 

Selain itu, Bruno Guimaraes bisa menjadi alternatif sehingga mendorong Lucas Paqueta maju ke peran playmaking.

Sedangkan Korea Selatan (Korsel) sebagaimana biasa akan mengandalkan Son Heung-min untuk memimpin mereka.

Korsel akan berusaha memanfaatkan betul krisis cedera yang dihadapi Brasil untuk membukukan kemenangan kedua dalam delapan pertemuan mereka dengan Tim Samba itu sejauh ini.

Tetapi, yang lebih penting lagi Korsel, yang merupakan satu-satunya tim Asia yang pernah mencapai semifinal Piala Dunia pada 2002, adalah membuat kejutan dan membubuhkan tinta emas dalam sejarah sepak bola dengan menumbangkan Brasil.

Prediksi sebelas pemain pertama

Brasil (4-3-3): Alisson; Eder Militao, Marquinhos, Thiago Silva, Danilo; Lucas Paqueta, Casemiro, Neymar; Raphinha, Richarlison, Vinicius Junior

Korea Selatan (4-2-3-1): Kim Seung-gyu; Kim Moon-hwan, Kim Min-jae, Kim Young-gwon, Kim Jin-su; Hwang In-beom, Woo-young Jung; Hwang Hee-chan, Lee Kang-in, Son Heung-min; Cho Gue-sung

Skenario pertandingan

Bisa memberikan ancaman dalam semua area lapangan, Korsel optimistis bisa menembus lini belakang Brasil yang rentan terkoyak, apalagi mereka mendapat bakar bahwa Selecao sedang didera masalah cedera pada barisan bek sayapnya.

Kekalahan Brasil dari Kamerun mengekspos kelemahan dan kerentanan itu.

Tetapi, Tite, pelatih Brasil, sepertinya tidak begitu peduli sepanjang Selecao bisa mendominasi lapangan tengah dan konstan menebar ancaman di sepertiga tiga terakhir.

Tite justru lagi bergembira karena pemain andalanya, Neymar, siap dimainkan kembali setelah dokter menyatakan striker Paris Saint Germain itu sudah sembuh dari cedera pergelangan kaki.

Kabar itu membuat Tite yakin Selecao, yang tengah memburu gelar juara Piala Dunia keenam mereka, bakal mudah menaklukkan Korsel untuk mencapai babak delapan besar.

Tite sudah kehilangan Gabriel Jesus dan Alex Telles selama sisa turnamen setelah keduanya mengalami masalah lutut saat melawan Kamerun.

Mundurnya Telles dan masalah pinggul yang diderita Alex Sandro telah membuat Tite kekurangan bek kiri, tetapi Danilo sudah memulihkan diri dari keseleo pergelangan kaki sehingga bisa menempati posisi itu bersama Eder Militao yang berada di sayap kanan pertahanan Brasil.

Keduanya bakal mengapit duo bek tengah Marquinhos dan Thiago Silva guna melindungi penjaga gawang Alisson dalm formasi 4-3-3 dari sengatan pemain-pemain Korsel, yang diyakini bakal tampil agresif seperti biasanya.

Di lapangan tengah, duet Lucas Paqueta dan Casemiro, menjadi jangkar dalam membentuk fondasi serangan dan sekaligus pintu pertama yang harus dilalui Korsel sebelum menjangkau lini pertahanan Brasil.

Akhirnya di sepertiga akhir lapangan, trio Raphinha, Richarlison, Vinicius Junior, plus Neymar, yang berperan sebagai gelandang serang, siap merusak rencana permainan Korsel dengan teror bergelombang terhadap lini pertahanan mereka.

Tetapi, rencana di atas kertas itu tentunya tidak akan semudah di lapangan.

Korsel tidak akan segampang itu menyerah sekalipun lawan yang dihadapinya adalah Brasil, yang kuat di semua lini dan tertempa dalam kompetisi-kompetisi paling kompetitif.

Pelatih Paulo Bento tidak akan memasang formasi yang menunggu serangan karena cara terampuh dalam menangkal serangan adalah dengan menyerang lawan.

Untuk itulah Bento juga bakal memasang skema bermain yang berorientasi menekan dalam formasi 4-2-3-1.

Di sini, Cho Gue-sung menjadi ujung serangan yang melibatkan juga tiga pemain di belakangnya, termasuk Hwang Hee-chan dan Son Heung-min di kedua sayap serangan.

Guna mengimbangi pergerakan Brasil di sentral lapangan, Bento memasang Hwang In-beom dan Woo-young Jung sebagai dua pemain yang mengendalikan poros permainan.

Jika Jung memiliki peran lebih membantu serangan, Hwang lebih berfungsi sebagai penapis serangan sebelum mencapai lini belakang yang digalang duet bek tengah Kim Min-jae dan Kim Young-gwon, dan diapit Kim Moon-hwan dan Kim Jin-su di kedua sayap pertahanan.

Statistik dan head to head

Sebelum pertandingan yang berlangsung di Stadion 974 ini, kedua tim sudah tujuh kali bertemu, namun tidak pernah terjadi dalam Piala Dunia. 

Brasil menang enam kali dan Korsel memang sekali dalam pertandingan persahabatan 1999. Dalam pertandingan persahabatan Juni tahun ini di Seoul, Brasil menang besar 5-1.

Brasil maju ke babak knockout setelah mengalahkan Serbia dan Swiss dalam fase grup tetapi tumbang 0-1 di tangan Kamerun setelah tim Amerika Selatan itu sudah memastikan lolos ke babak berikutnya sehingga mengistirahatkan sebagian besar starter regulernya.

Korsel membuat pembalikan dramatis saat menang 2-1 atas Portugal berkat gol menit tambahan yang dilesakkan Hwang Hee-chan untuk melaju ke babak 16 besar. Sebelum itu, Korsel hanya menang satu kali dari 11 pertandingan Piala Dunia terakhirnya.

Neymar masih diragukan tampil dalam laga Selasa (6/12) dini hari WIB itu karena masih berusaha memulihkan diri dari cedera pergelangan kaki.

Brasil, yang tidak terkalahkan selama kualifikasi Piala Dunia 2022, sudah lima kali menjuarai Piala Dunia dan difavoritkan menjadi juara dunia 2022.

Brasil selalu mengikuti putaran final Piala Dunia sejak 1930 tetapi belum pernah mencapai final sejak menjadi juara pada 2002.

Korsel adalah satu-satunya negara Asia yang mencapai semifinal Piala Dunia saat menjadi tuan rumah bersama Jepang pada 2002. Mereka pernah lolos dari fase grup Piala Dunia 2010 sebelum menyerah 1-2 dari Uruguay di babak 16 Besar. (Ant/OL-1)

Baca Juga

ANTARA/FB Anggoro

Mantan Sekjen PSSI Nugraha Besoes Dilaporkan Tutup Usia

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 06 Februari 2023, 07:29 WIB
Nugraha mulai menjabat sebagai Sekjen PSSI di era Ketua PSSI Kardono antara 1983-1991 hingga era Nurdin Halid sebelum mundur pada...
AFP/Josep LAGO

Hajar Sevilla, Barcelona Menjauh dari Real Madrid di Puncak Klasemen La Liga

👤Basuki Eka Purnama 🕔Senin 06 Februari 2023, 06:27 WIB
Setelah babak pertama yang berlangsung ketat, Jordi Alba memecahkan kebuntuan sebelum Gavi dan Raphinha memastikan Barcelona menang telak...
AFP/Christophe SIMON

Laborde Antar Nice Menang di Kandang Marseille

👤Basuki Eka Purnama 🕔Senin 06 Februari 2023, 06:13 WIB
Marseille, yang merupakan tim terbaik Ligue 1 selepas Piala Dunia 2022, menderita kekalahan pertama mereka dalam tempo 10 laga, yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya