Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
FEDERASI sepak bola Jerman DFB tengah mendalami larangan FIFA terkait penggunaan ban lengan pelangi di Piala Dunia Qatar. DFB bakal menggugatnya ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) jika ditemukan unsur ilegal terkait ancaman sanksi FIFA kepada pemain yang mengenakan ban kapten pelangi.
"FIFA melarang kami menunjukkan simbol keberagaman dan hak asasi manusia. Mereka menggabungkan ini dengan ancaman sanksi olahraga besar-besaran tanpa merinci apa yang akan terjadi," kata juru bicara DFB Steffen Simon.
"DFB sedang memeriksa apakah tindakan FIFA ini legal," imbuhnya.
Tim-tim Eropa, termasuk Jerman, batal mengenakan ban kapten pelangi lantaran ada ancaman sanksi dari FIFA. Dilaporkan, pemakaian ban lengan itu bakal berimbas sanksi berupa kartu kuning pemain.
Kapten dari beberapa tim Eropa yang merencanakan untuk mengenakannya pun mundur karena ancaman tindakan disipliner FIFA tersebut.
Baca juga: Lloris tidak akan Pakai Ban Kapten Pelangi di Piala Dunia 2022
Pengadilan olahraga internasional CAS merespons kasus tersebut harus diajukan terlebih dahulu ke komisi banding FIFA. Di CAS, tidak ada prioritas untuk kasus penolakan izin semacam itu.
Tujuh tim Eropa termasuk Inggris dan Jerman mengumumkan mereka membatalkan rencana yang dibuat beberapa bulan lalu agar kapten mereka mengenakan ban lengan bertema pelangi. Dalam pernyataan bersama, tim-tim mengungkapkan kekhawatiran sanksi kartu kuning menimpa pemain mereka.
Di sisi lain, tekanan terkait isu kampanye antidiskriminasi LGBT itu juga menyeruak tak hanya kepada pemain. Presenter TV BBC Alex Scott tetap mengenakan ban kapten saat melakukan peliputan pertandingan dari pinggir lapangan.
Di stadion, staf keamanan meminta penonton untuk melepas atribut yang menampilkan logo pelangi. Laura McAllister, mantan kapten tim wanita Wales, dihadang oleh petugas keamanan pada pertandingan Wales melawan AS lantaran memakai topi berwarna pelangi dan diminta mencopotnya.
Pada pertandingan yang sama, jurnalis Amerika Serikat Grant Wahl juga diminta melepas kausnya karena menampilkan logo pelangi. Dia sempat tertahan selama 25 menit tetapi akhirnya diizinkan masuk stadion.(AFP/OL-5)
Reaksi marah pemain Timnas Uruguay pada laga melawan Ghana membuat FIFA menjatuhkan sanksi skorsing
AJANG gemerlap Piala Dunia telah berlalu sejak sepekan lalu. Pentas akbar sepak bola sejagat itu dimenangkan salah satu poros kekuatan tradisional Piala Dunia yakni Argentina.
MENGAPA sepak bola menjadi cabang olahraga paling populer di muka bumi? Salah satu alasannya sepak bola selalu diwarnai dengan drama dan kontroversi.
Sebelum dipecat, Michniewich dikritik oleh suporter Polandia dan PZPN karena minim visi tentang fungsi dan masa depan tim.
Kylian Mbappe dan kawan-kawan langsung menemui para suporter Prancis di balkon Hotel Crillon setelah mereka tiba di bandara dari Qatar.
LIONEL Messi larut dalam kegembiraan bersama rekan-rekannya begitu tendangan penalti keempat Argentina yang dieksekusi Gonzalo Montiel tidak mampu dihadang kiper Prancis Hugo Lloris.
FIFA meminta agar pelaksanaan turnamen kontinental, termasuk Piala Asia, digeser ke tahun genap guna menyesuaikan jadwal global yang lebih harmonis.
Hadirnya FIFA ASEAN Cup menjadikan 2026 sebagai tahun yang sibuk bagi negara-negara di Asia Tenggara. Pada tahun ini juga akan diselenggarakan Kejuaraan AFF.
Israel dinilai melanggar Pasal 13 terkait perilaku ofensif dan pelanggaran prinsip fair play, serta Pasal 15 mengenai diskriminasi dan pelecehan rasis dalam Aturan Disiplin FIFA (FDC).
Sebelumnya, perubahan posisi negara dalam peringkat FIFA baru bisa diketahui secara resmi setelah seluruh rangkaian jadwal pertandingan internasional selesai dilaksanakan.
FEDERASI sepak bola Iran tengah berupaya memindahkan lokasi pertandingan fase grup Piala Dunia 2026 dari Amerika Serikat ke Meksiko.
Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved