Kamis 27 Oktober 2022, 19:51 WIB

Ketum PSSI Tidak Hadiri Pemeriksaan di Polda Jatim Terkait Tragedi Kanjuruhan

Mediaindonesia | Sepak Bola
Ketum PSSI Tidak Hadiri Pemeriksaan di Polda Jatim Terkait Tragedi Kanjuruhan

MI/Bryan Bodo Hendro
Ilustrasi

 

KETUA Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia Mochamad Iriawan tidak memenuhi panggilan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Jawa Timur, hari ini, untuk diperiksa saksi Tragedi Kanjuruhan Malang.

Kepala Bidang Humas Polda Jatim Komisaris Besar Polisi Dirmanto mengatakan Iwan Bule (sapaan Ketua Umum PSSI) seharusnya diperiksa bersama 14 orang saksi lain yang terdiri atas panitia pelaksana Arema, petugas keamanan atau steward, pengurus PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB).

"(Saksi) yang tidak hadir Ketua PSSI. Alasannya karena beliau (Iwan Bule) sedang ada kegiatan dengan FIFA atau dengan PSSI yang tidak bisa ditinggalkan. Acaranya di Jakarta," kata Dirmanto.

Ia menambahkan penyidik menerima surat permintaan penundaan pemeriksaan dari Ketua Umum PSSI Iwan Bule dan minta penjadwalan ulang pemeriksaan di Mapolda Jatim pada Kamis, 3 November 2022.

"Sesuai surat yang kami terima, beliau (Iwan Bule) berencana tanggal 3 November hadir di Polda Jatim," ujar Kabid Humas.

Mengenai potensi adanya tersangka baru dalam tragedi Kanjuruhan, Dirmanto mengatakan bahwa penyidikan bersifat dinamis. Penyidik saat ini sedang mendalami subjek hukum lainnya.

Baca juga: Tim U-20 Indonesia Dapat Gambaran Lawan Tim Eropa Untuk Piala Dunia

"Penyidikan dinamis dan penyidik sekarang sedang mendalami subjek hukum lainnya. Nanti ditunggu saja hasil pemeriksaan itu oleh penyidik," katanya.

Polda Jatim telah melimpahkan berkas perkara tragedi Kanjuruhan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Pelimpahan tahap pertama berkas perkara dari enam orang tersangka tragedi Kanjuruhan itu dibagi dalam tiga berkas.

Berkas pertama dengan tersangka Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita. Dia dijerat pasal 359 dan atau pasal 360 KUHP dan pasal 103 ayat 1 junto pasal 52 UU Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan.

Sedangkan berkas perkara kedua adalah untuk tersangka Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris dan security officer Suko Sutrisno yang dijerat pasal 359 dan atau Pasal 360 KUHP dan atau pasal 103 ayat 1 junto pasal 52 UU Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan.

Ketiga adalah berkas perkara dengan tersangka Kabag Ops. Polres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto, Kasat Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidik Achmadi; dan Komandan Kompi Brimob Polda Jatim AKP Hasdarman. Ketiga anggota Polri itu dijerat pasal 359 dan atau pasal 360 KUHP.

Peristiwa kericuhan suporter yang terjadi usai laga Arema FC versus Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan Malang pada 1 Oktober 2022 mengakibatkan 135 korban jiwa dan ratusan orang mengalami luka berat dan ringan. (OL-4)

Baca Juga

Antara

Jelang Laga Kontra Persik, Persija Siap Tampilkan Tim Terbaik

👤Akmal Fauzi 🕔Jumat 09 Desember 2022, 19:39 WIB
Menurut Pelatih Persija Jakarta Thomas Doll, timnya cukup mempersiapkan pemulihan kondisi fisik jelang laga melawan Persik Kediri di...
Paul ELLIS / AFP

The Three Lions Pantang Bertahan Hadapi Prancis

👤Akmal Fauzi 🕔Jumat 09 Desember 2022, 17:52 WIB
Southgate mengatakan Inggris sekarang adalah tim yang telah berkembang pesat dalam hal mentalitas. Mereka mencapai semifinal Piala...
AFP/FABRICE COFFRINI

Kesolidan Portugal Diuji Singa Atlas

👤Akmal Fauzi 🕔Jumat 09 Desember 2022, 16:27 WIB
"Saya akan menggunakan apa yang saya yakini sebagai strategi yang tepat, seperti yang telah saya lakukan sepanjang hidup saya,"...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya