Kamis 27 Oktober 2022, 11:15 WIB

Timnas Inggris Hadapi Ekspektasi Tinggi di Piala Dunia 2022

Dhika Kusuma Winata | Sepak Bola
Timnas Inggris Hadapi Ekspektasi Tinggi di Piala Dunia 2022

AFP/Oli SCARFF
Timnas Inggris

 

PERTANYAAN besar menghinggapi timnas Inggris di Piala Dunia Qatar 2022. Setelah menjadi semifinalis pada edisi 2018 lalu di Rusia kemudian tampil sebagai runner-up Piala Eropa 2020, tantangan berat dan ekspektasi tinggi menanti. Mampukah Skuat The Three Lions bergerak maju menapaki anak tangga yang lebih tinggi di Qatar atau justru jatuh terjerembab?

Inggris dipenuhi segudang talenta termasuk bintang mereka Harry Kane, yang memenangi Golden Boot di Piala Dunia 2018. Di lapangan, dia akan memimpin skuat berisi pemain-pemain muda menjanjikan nan tangguh.

Selama kualifikasi, tim besutan pelatih Gareth Southgate tidak terkalahkan dan paling produktif dengan mengemas 39 gol. Jumlah itu menjadi yang terbanyak dibandingkan dengan tim-tim Eropa lainnya.

Baca juga: Berhalter Optimistis AS Bisa Buat Kejutan di Piala Dunia 2022

Namun, keraguan mencuat lantaran pada ajang Liga Negara UEFA, yang notabene menjadi pentas pemanasan mereka justru tampil lesu. Inggris terdegradasi dan juga mengalami kekalahan memalukan 0-4 dari Hongaria di kandang sendiri.

Sejak kekalahan 5-1 dari Skotlandia pada 1928, Inggris baru kali ini dikalahkan begitu telak di kandang sendiri. Kepercayaan publik Inggris kepada Southgate pun goyah atas hasil negatif tersebut.

"Kami memiliki tim yang telah menikmati performa bagus dalam waktu lama. Ya, kami memiliki sedikit kesalahan pada musim panas (di Liga Negara UEFA) tetapi kami telah belajar banyak dari itu dan kami menantikannya (kick off di Qatar)," ucap Southgate,

Southgate melakukan banyak rotasi di Liga Negara UEFA untuk bereksperimen. Dia memanfaatkannya untuk mengetahui potensi para pemain di luar 11 nama reguler dan bermain dengan formasi berbeda-beda.

Southgate mengakui kurangnya pengalaman dan kohesi muncul di tengah eksperimen itu. Kekurangan itu, menurutnya, menjadi pembelajaran penting. Terlepas dari itu, Southgate yakin fondasi skuad yang sudah lama dibangun akan tetap bisa diandalkan.

"Mereka memiliki performa terbaik dari tim Inggris mana pun selama 50 tahun, jadi mereka harus mengingat apa yang telah mereka lakukan dengan baik," ujarnya.

Finis di empat besar pada Piala Dunia terakhir menjadi penampilan terbaik Inggris sejak 1990. 

Satu-satunya pencapaian tertinggi mereka yakni pada 1966 tampil sebagai kampiun dengan Sir Geoff Hurst yang menjadi satu-satunya pemain dalam sejarah mencetak hat-trick pada final Piala Dunia.

Menatap Qatar, Southgate tidak mau pil pahit di Liga Negara EUFA menodai keseluruhan performa mereka yang mampu tembus ke semifinal pada 2018 dan ke final Euro. 

Dia mengakui skuatnya harus lebih baik lagi dari segi mental, menjaga bola dalam situasi tekanan, menjaga pertahanan, dan bermain proaktif.

"Terkadang Anda perlu melalui pengalaman belajar itu. Saya tidak yakin ada yang benar-benar berpikir sebelum 2018 bahwa kami adalah tim semifinalis. Kami belum pernah memenangi pertandingan pada fase sistem gugur dalam sepuluh tahun terakhir," katanya.

Di Qatar nanti, Inggris akan diperkuat talenta muda yang tengah mendapat perhatian besar seperti Bukayo Saka, Phil Foden, dan Jude Bellingham. 

Saka yang gagal ketika adu penalti pada final Piala Eropa lalu membawa mental baru sepanjang musim ini di klubnya Arsenal. Pemain berusia 21 tahun itu tampil gemilang bersama the Gunners dan Southgate amat mengaguminya.

"Mungkin dia salah satu yang kurang dihargai. Profilnya tidak sama dengan beberapa pemain penyerang kami yang lain, dia hanya bekerja dalam diam. Tapi saya rasa Anda melihat konsistensi penampilannya dan kualitas permainannya. Kami rasa dia adalah pemain super," tutur Southgate. 

Prediksi susunan pemain timnas Inggris

Kiper: Jordan Pickford, Aaron Ramsdale, Nick Pope.

Bek: Kieran Trippier, Trent Alexander-Arnold, Ben White, John Stones, Harry Maguire, Ben Chilwell, Luke Shaw, Kyle Walker, Reece James.

Tengah: Declan Rice, Kalvin Phillips, Jordan Henderson, Jude Bellingham, Mason Mount, Jack Grealish, Phil Foden

Depan: Harry Kane, Bukayo Saka, Raheem Sterling, Ivan Toney, Jadon Sancho (FIFA/BBC/OL-1)

Baca Juga

AFP

Jelang Laga Kontra Ghana, Korsel Harus Tampil Lebih Klinis

👤Akmal Fauzi 🕔Minggu 27 November 2022, 14:34 WIB
Ghana sama sekali tidak boleh dianggap remeh oleh Korea Selatan. Pasalnya, skuad asuhan Otto Addo berhasil membuat Portugal jatuh bangun di...
AFP

Swiss Tak Gentar Nama Besar Brasil

👤Akmal Fauzi 🕔Minggu 27 November 2022, 12:55 WIB
BEK Timnas Swiss Nico Elvedi mengatakan bahwa timnya tidak gentar dengan kekuatan serta kualitas Brasil saat kedua tim bertemu dalam...
dok.AFP

Kecemerlangan Mbappe Janganlah Segera Berakhir

👤Akmal Fauzi 🕔Minggu 27 November 2022, 11:45 WIB
DUA gol Kylian Mbappe dalam kemenangan 2-1 atas Denmark, Sabtu (26/11) malam WIB menjawab kekhawatiran Prancis yang dilanda badai cedera...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya