Kamis 14 Juli 2022, 22:35 WIB

Jam Pertandingan Terlalu Malam, Pengamat Minta Kesehatan Lebih Diutamakan

Mesakh Ananta Dachi | Sepak Bola
Jam Pertandingan Terlalu Malam, Pengamat Minta Kesehatan Lebih Diutamakan

Medcom.id/Lino
Pakar hukum olahraga nasional sekaligus pengamat sepak bola Indonesia, Eko Noer Kristiyanto.

 

INSIDEN meninggalnya dua Bobotoh di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Jabar, pada Jumat (17/6), mendulang kritik di tengah masyarakat, di mana waktu pertandingan yang diadakan hingga larut malam.

Pakar hukum olahraga nasional sekaligus pengamat sepak bola Indonesia, Eko Noer Kristiyanto, menyatakan bahwa pertandingan yang diadakan hingga larut malam sangat tidak sesuai dengan standar keamanan yang seharusnya.

Baca juga: Timnas Basket RI Kalah dari Yordania, Menpora: Tetap Semangat

“Kita seharusnya belajar dari insiden dua bobotoh yang meninggal di GBLA, artinya keamanan di sepak bola Indonesia belum sesuai standar. Banyak suporter juga yang harus pulang dari stadion hingga larut malam, pertandingan selesai jam 10 malam, mereka harus was was, di jalan bisa saja dibegal.” tandasnya di dalam program Nunggu Sunset bertajuk Siapkah Kembali ke Stadion?, Kamis (14/7).

Selain itu, Eko juga menambahkan bahwa pertandingan yang diadakan hingga larut malam, bukan hanya akan memberi risiko bagi para suporter yang datang ke stadion, namun juga bagi para pemain dan pelatih yang akan kelelahan karena kurangnya waktu istirahat yang sesuai.

Eko menambahkan bahwa jam malam yang diadakan tersebut juga disebabkan oleh kebutuhan sponsor. Namun, meskipun demikian, pihaknya berharap insiden ini bisa menjadi evaluasi bersama agar ke depan tidak terjadi lagi.

"Saya rasa perlu juga bagi para federasi dan sponsor untuk mendengar pendapat dari para penonton, kan mayoritas juga menolak untuk jam pertandingan yang terlalu larut malam, artinya, kalau sponsor butuh waktu di mana para penonton tersedia paling banyak, waktu ini perlu ditinjau kembali. Kan disitu sudah banyak yang istirahat dan tidur.” tandasnya.

Eko juga menyatakan bahwa perlu juga bagi para penggemar sepak bola di Indonesia untuk lebih lagi taat akan aturan, agar insiden di GLBA tidak terulang kembali.

(OL-6)

Baca Juga

AFP

Morgan Gibbs-White Segera Tuntaskan Transfer ke Forest

👤Ant 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 23:16 WIB
Nottingham Forest dilaporkan menyetujui kesepakatan senilai 42.5 juta pounds atau sekitar Rp750 miliar untuk...
AFP/Glyn KIRK

Chelsea Usut Pelaku Serangan Rasial terhadap Son

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 23:15 WIB
Tindakan yang diduga terjadi itu disebut Chelsea justru mempermalukan klub dan segenap anggota skuad, serta suporter sejati The...
AFP

Leicester Kukuh Emoh Jual Fofana

👤Ant 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 23:01 WIB
Chelsea dilaporkan telah melayangkan dua kali tawaran untuk Fofana yang keduanya ditolak The...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya