Kamis 05 Mei 2022, 18:55 WIB

Kegagalan Manchester City dan Kutukan Dukun Afrika

Widhoroso | Sepak Bola
Kegagalan Manchester City dan Kutukan Dukun Afrika

AFP
Pep Guardiola

 

MANCHESTER City dibawah kepemimpinan Pep Guardiola kembali harus mengubur mimpi untuk bisa merengkuh gelar Liga Champions pertama dalam sejarah mereka. Terbaru, The Citizen di-comeback Real Madrid di semifinal sehingga langkah mereka untuk mewujudkan mimpi mereka harus terhenti.

Padahal Manchester City sudah unggul 4-3 atas Real Madrid di leg pertama, pekan lalu. Bahkan Kevin de Bruyne dan kolega lebih dulu mencetak gol pada leg kedua, Kamis (5/5) dini hari WIB.

Sayangnya, pasukan Guardiola tak mampu mempertahankan keunggulan. Secara heroik, Rodrygo Goes mencetak dua gol dalam kurun waktu 2 menit di ujung laga waktu normal dan memaksa Manchester City bermain hingga babak perpanjangan. Di perpanjangan waktu, Los Blancos memastikan langkah mereka menuju final di Paris setelah Karim Benzema mencetak gol lewat titik putih dan membuat agregat menjadi 6-5 untuk kemenangan Real Madrid.

Para penggemar City tentu saja kecewa dengan kegagalan tim kesayangan mereka dan mengaitkannya dengan banyak faktor seperti kesalahan taktik Guardiola setelah unggul, keputusan wasit hingga menyalahkan para pemain. Namun dalam sepakbola tak hanya menjual pertarungan dua klub di lapangan, yang hanya beradu kualitas pemain dan seberapa cerdik strategi sang manajer, namun juga ada faktor lainnya.

Kali ini, mungkin saja ada faktor lain yang membuat Man City lagi-lagi gagal menjaga asa mereka untuk membawa pulang Si Kuping Lebar. Pada 2018 silam, agen eks City Yaya Toure, Dimitri Seluk, pernah mengungkapkan bahwa Guardiola telah membuat marah para warga Afrika.

Seluk mengklaim hal tersebut lantaran sang manajer sering mencadangkan Yaya di tahun terakhirnya berseragam 'Biru Langit'. "Dia (Guardiola) membuat seluruh masyarakat Afrika geram dan menyerangnya. Banyak penggemar Afrika yang berpaling dari Manchester City," ujar Seluk dilansir dari Sportbible.

"Dan saya yakin banyak dukun Afrika di masa depan yang tidak akan membiarkan Guardiola memenangkan Liga Champions. Ini akan menjadi kutukan bagi Guardiola dari Afrika. Waktu akan menjawab semuanya itu benar atau tidak," jelasnya.

"Fakta bahwa Guardiola mengakhiri karier Yaya di Manchester City bukan sebuah kesalahan, tapi sebuah kejahatan. Itu akan menjadi bumerang untuk Anda, Pep. Anda pasti akan terus melihat apa itu dukun Afrika. Ingat itu selalu," tegasnya. (Goal/OL-15)

Baca Juga

AFP/Ronny HARTMANN

Dortmund Depak Marco Rose Dari Kursi Pelatih

👤Widhoroso 🕔Jumat 20 Mei 2022, 18:55 WIB
BORUSSIA Dortmund memutuskan memecat pelatih Marco Rose yang baru menduduki jabatannya selama satu...
AFP

Klopp Pastikan Hengkangnya Origi di Akhir Musim

👤Widhoroso 🕔Jumat 20 Mei 2022, 18:34 WIB
PELATIH Liverpool Jurgen Klopp memastikan striker Divock Origi akan meninggalkan Anfield aakhir musim ini. Hal itu disampaikan Klopp, Jumat...
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

PSSI Nyatakan proses Naturalisasi Jordi dan Sandy Berjalan Lancar

👤Mediaindonesia 🕔Jumat 20 Mei 2022, 17:29 WIB
Adapun dokumen yang dimaksud Iriawan seperti surat tidak keberatan penduduknya berubah kewarganegaraan dari kedutaan negara asal...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya