Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
MESKI sukses merebut gelar Seri A kelima mereka secara beruntun pada musim ini, Juventus tidaklah merasa itu cukup.
Hal itu pun disadari betul oleh arsitek Juve, Massimiliano Allegri.
Bersama 'si Nyonya Tua', ia pun kini berhasrat mengejar titel Coppa Italia sekaligus mengejar rekor menjadi klub Italia pertama yang sukses mengawinkan gelar Seria A dan Coppa Italia dua musim beruntun.
Peluang mengejar rekor pun cukup terbuka lebar bagi Paul Pogba dan kolega.
Meski sempat mengawali musim dengan buruk hingga tercecer di peringkat ke-14, Juventus sukses bangkit dan menutup musim dengan keunggulan sembilan poin setelah 26 laga tanpa kekalahan.
Akan tetapi, Juventus harus melalui tantangan dari AC Milan terlebih dahulu untuk menyelesaikan misi tersebut dalam laga yang digelar di Olimpico dini hari nanti.
Jika merunut pertemuan tim, skuat arahan Massimiliano Allegri tentu berada di atas angin.
Pasalnya Juventus tidak pernah menelan kekalahan dari I Rossoneri dalam tujuh laga sebelumnya.
Kekalahan terakhir diterima Juventus dari Milan terjadi empat tahun silam.
Sebaliknya, Milan dalam kondisi tertatih-tatih musim ini.
Selepas pergantian tongkat estafet dari Sinisa Mihajlovic ke Cristian Brocchi situasi klub kebanggaan publik San Siro pun tidak lekas membaik.
Mereka hanya mencatatkan dua kali hasil positif dalam 11 pertandingan terakhirnya.
Gelar raksasa pesakitan pun kini kadung melekat pada Rossoneri.
Presiden klub Silvio Berlusconi bahkan sampai mengancam tidak akan memberikan sepeser pun uang jika Ricardo Montolivoo dkk kembali tampil memalukan.
"Kami tidak dapat terus menanggung malu. Para sponsor mengatakan kepada saya jika Anda bermain seperti ini, mereka tidak akan memberikan lebih banyak uang. Itu berarti saya akan mendapatkan uang dari Anda atau saya tidak akan membayar Anda," ujar Berlusconi seusai pertemuan dengan sponsor.
Akan tetapi, bintang Juventus Paulo Dybala tidak ingin meremehkan AC Milan.
"Kami tidak dapat meremehkan laga ini dan membiarkan sesuatu dilakukan lawan kami. Ini final. Kami harus membuktikan menjadi tim yang lebih baik," tukas Dybala.
"Kami memulai musim dengan memenangi Supercoppa di Shanghai jadi akan menjadi akhir yang manis untuk menjuarai Coppa Italia. Itu akan menjadi pemanis dalam kue dari apa yang kami lakukan musim ini," imbuhnya.
Sementara itu, pelatih Milan Cristian Brocchi juga berbicara lantang dan meminta anak asuhnya melupakan gelar Coppa Italia andai bermain layaknya tim karbitan.
Kekalahan 1-3 dari Roma di laga terakhir kompetisi Seria A musim ini membuat Brocchi pesimistis. Apalagi lawan yang akan dihadapi ialah pemegang takhta Seri A Juventus.
"Saya tidak dapat menerima bahwa tim yang memakai seragam kebanggaan dapat bermain seperti ini. Tim butuh hasrat berbeda jika ingin meraih Coppa Italia. Namun, jika semangatnya sama saja, kita dapat melupakan tentang itu," ujar pelatih berusia 40 tahun itu.
Sinyal merah dari presiden dan pelatih klub menjadi kewaspadaan tersendiri bagi para punggawa Milan.
Bek sayap Mattia De Sciglio pun yakin mampu menghentikan dominasi Juventus.
Menurut Sciglio, satu-satunya cara menaklukkan 'si Nyonya Tua' ialah kebersamaan tim.
"Kami percaya dapat melakukannya. Jika kami bermain bersama, kami akan mendapat peluang yang baik. Di final diperlukan hanya sebuah momen untuk membuktikan apa pun," tutupnya. (Berbagai sumber/Sat/R-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved