Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
JUARA bertahan Piala Afrika, Aljazair, mengawali penampilan mereka di Piala Afrika 2022 dengan hasil minor. Menghadapi Sierra Leone di Stadion Japoma, Douala, Kamerun, Selasa (11/1) dalam penyisihan Grup E, Aljazair harus puas bermain imbang tanpa gol.
Hasil tersebut cukup menjadi kejutan. Dengan status juara bertahan, Aljazair diprediksi bakal meraih kemenangan mudah melawan Sierra Leone yang untuk pertama kalinya kembali ke putaran final Piala Afrika sejak 1996.
Statistik pertandingan memperlihatkan Aljazair tampil menguasai lebih dari 66 persen penguasaan bola, Walau demikian, Aljazair gagal mengkonversi dominasi itu setelah tak mampu mencetak satu gol pun dari 19 percobaan yang dilepaskan sepanjang laga.
Salah satu peluang terbaik yang diperoleh Aljazair lahir dari umpan terobosan Riyad Mahrez pada menit ke-52. Sayangnyam penyelesaian Yacine Brahimi masih mengarah tepat ke kiper Mohamed Nbalie Kamara.
Empat menit jelang bubaran waktu normal, Mahrez yang memang jadi motor serangan Aljazair mengirimkan umpan silang ke tengah kotak penalti di mana Said Benrahma menanti, Tapi tembakan akhir pemain Brentford itu malah melenceng dari sasaran.
Sebaliknya, Sierra Leone sempat beberapa kali mengancam gawang Aljazair di babak pertama termasuk tembakan Mohamed Buya Turay dari jarak jauh yang sayangnya belum cukup menaklukkan kiper Rais Bolhi.
Kedua tim dijadwalkan melakoni pertandingan kedua mereka di grup E pada Minggu (16/1) saat Sierra Leone menghadapi Pantai Gading diikuti Aljazair bertemu Guinea Ekuator. (Ant/OL-15)
Pelatih timnas Senegal Pape Thiaw dinyatakan bersalah atas perilaku tidak sportif yang dianggap mencoreng citra sepak bola.
Intip bonus luar biasa pemain Timnas Senegal usai juara Piala Afrika 2025. Dari uang tunai Rp2,2 miliar hingga lahan 1.500 meter di kawasan prestisius.
Meski pulang dengan gelar pencetak gol terbanyak, luka akibat kegagalan penalti di partai final melawan timnas Senegal tampaknya jauh lebih membekas di hati Brahim Diaz.
FRMF menilai aksi mogok bermain timnas Senegal tersebut memberikan dampak signifikan terhadap psikologis dan performa para pemain Maroko yang sedang berada di atas angin.
Senegal kemudian memastikan gelar juara lewat gol Pape Gueye pada babak tambahan waktu yang membungkam suporter Maroko di Stadion Prince Moulay Abdellah.
PELATIH Maroko Walid Regragui meluapkan kekecewaannya terhadap insiden di final Piala Afrika (Afcon 2025), Senin (19/1) WIB, yang berakhir dengan kekalahan tuan rumah Maroko 0-1 dari Senegal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved