Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
MANTAN penyerang timnas Inggris Ian Wright menuding liputan media terkait Piala Afrika diwarnai rasisme saat sejumlah bintang Liga Primer Inggris bersiap bertolak ke Kamerun untuk turnamen itu.
Sejumlah nama besar di Liga Primer Inggris, termasuk duet penyerang Liverpool Mohamed Salah dan Sadio Mane, akan bermain di Piala Afrika yang akan bergulir mulai 9 Januari sehingga dipastikan absen membela klub mereka.
Wright menuding Piala Afrika diperlakukan berbeda dengan Piala Eropa 2020, yang berlangsung awal tahun ini, dengan menggarisbawahi isu pelepasan pemain.
Baca juga: Ziyech tidak Dipanggil Timnas Maroko untuk Piala Afrika
Dalam video di akun Instagram pribadinya, Rabu (29/12), mantan penyerang Arsenal itu berkata," Adakah turnamen yang dilecehkan lebih parah ketimbang Piala Afrika?"
"Tidak ada kehormatan yang lebih besar bagi seorang olahragawan selain membela negara mereka. Karenanya, liputan terhadap Piala Afrika benar-benar penuh rasisme."
"Kita menggelar Piala Eropa di 10 negara di tengah pandemi dan itu tidak masalah. Kini, Kamerun, satu negara, menggelar Piala Afrika, dan itu menjadi masalah?"
"Kalian bertanya kepada pemain apakah mereka akan memenuhi panggilan ke timnas. Bayangkan jika kalian bertanya hal itu kepada pemain timnas Inggris," lanjutnya.
Wright kemudian menambahkan banyak pemain terbaik di Eropa berasal dari Afrika.
"Jika kita mencintai mereka sebagai pemain klub kesayangan kita, mengapa kita tidak bisa mencintai mereka saat mereka memela negara mereka?" tanya Wright.
Pernyataan Wright itu mendapatkan dukungan dari mantan penyerang Barcelona Samuel Eto'o, yang saat ini menjadi Presiden Federasi Sepak Bola Kamerun.
"Salam hormat @IanWright0. Tidak ada kehormatan yang lebih besar bagi atlet selain membela negara sendiri. Piala Afrika adalah perayaan kebanggaan Afrika," cicit Eto'o. (AFP/OL-1)
Buntut kasus rasisme Prestianni-Vinicius, Presiden FIFA Gianni Infantino usulkan aturan tegas. Pemain yang menutup mulut saat konfrontasi harus diusir keluar lapangan.
Gianluca Prestianni dilarang bertanding oleh UEFA selama proses penyelidikan terkait dugaan aksi rasismenya terhadap penyerang Real Madrid Vinicius Junior berlangsung.
Arne Slot menekankan bahwa tanggung jawab insan sepak bola jauh lebih besar dibanding masyarakat awam dalam menangani isu diskriminasi.
SUDAH sejak 1993 kampanye antirasisme di sepak bola digaungkan.
Benfica membela pemain mereka Gianluca Prestianni, yang kini berada di bawah penyelidikan UEFA atas dugaan pelecehan rasisme terhadap bintang Real Madrid, Vinicius Junior.
Pernyataan keras Presiden FIFA itu menyusul dugaan insiden rasisme yang menimpa bintang Real Madrid, Vinicius Junior, dalam laga leg pertama playoff Liga Champions 2025/26 melawan Benfica.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved