Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Barcelona Joan Laporta, Senin (21/6), bersikeras bahwa proyek kontroversial Liga Super Eropa masih hidup meski mendapat kecaman dari berbagai pihak.
"Proyek ini masih hidup," tegas Laporta dalam pertemuan dengan anggota klub Barcelona sembari menegaskan Liga Super Eropa akan menyediakan pemasukan minimal sebesar 700 uta euro per musim bagi Barcelona.
Meski mendapat tentangan dari UEFA, pendukung, dan klub rival, Laporta bersikeras Liga Super Eropa akan menghasilkan ketahanan finansial bagi klub dan menciptakan kompetisi yang lebih menarik.
Baca juga: Rayo Vallecano Raih Promosi ke La Liga
"Jangan memaksa kami meminta maaf karena berpikir atau membentuk kompetisi atau karena ingin mengendalikan nasib sendiri di dunia sepak bola," ungkap Laporta.
Laporta kemudian menuding UEFA melakukan monopoli.
Barcelona, Real Madrid, dan Juventus merupakan tiga klub yang tersisa dalam proyek Liga Super Eropa setelah sembilan klub lainnya mundur setelah mendapatkan tentangan dari pendukung, pemain, dan asosiasi sepak bola.
Presiden UEFA Aleksander Ceferin menolak menghapuskan kemungkinan sanksi disiplin bagi ketiga klub pencetus Liga Super Eropa dengan mengatakan ketiga klub itu telah kalah dalam perang moral.
Saat ini, UEFA membekukan langkah hukum kepada tiga klub itu hingga pemberitahuan selanjutnya. (AFP/OL-1)
Perseteruan antara UEFA dan Real Madrid berawal pada April 2021 ketika Los Blancos menjadi salah satu dari 12 klub elite yang memelopori pembentukan Liga Super Eropa.
Menurut jajak pendapat yang digelar OpinionWay berdasarkan permintaan A22, 72% responden di delapan negara Eropa mendukung pembentukan Liga Super Eropa.
Sejumlah klub yang disebut Laporta akan bergabung dengan Liga Super Eropa tersebut menegaskan mereka tidak tertarik bergabung dengan kompetisi baru itu.
"Sepak bola adalah kebebasan. Bebas dari monopoli UEFA, bebas untuk mengejar ide terbaik tanpa takut sanksi," kata CEO A22, Bernd Reichart.
Antonio Guterres memperingatkan tentang ancaman yang ditimbulkan oleh kelompok sayap kanan ekstrim dan supremasi kulit putih di Barat.
"Sejak awal, untuk klub pendiri, ada bonus awal 1 miliar euro, dan per musim, kami bisa mendapatkan sekitar 300 juta euro dari kompetisi itu."
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved