Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
CHELSEA, Senin (13/4), menyambut gembira kesembuhan Gianluca Vialli dari kanker. Mantan penyerang the Blues itu dikatakan telah mengalami remisi untuk kedua kalinya.
Mantan pesepak bola berusia 55 tahun yang juga pernah menukangi Chelsea sempat mengalahkan kanker pada 2018 sebelum pada tahun lalu mengaku kankernya kembali.
"Gianluca Vialli dinyatakan terbebas dari kanker setelah selama 17 tahun bertempur dengan kanker pankreas. Ini kabar yang luar biasa," ujar Chelsea lewat Twitter.
Baca juga: Rice Ingin Berduet Lagi dengan Mount
Mantan penyerang Juvgentus itu mengaku hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada lagi sel kanker di tubuhnya. Hal itu dikatakannya dalam wawancara dengan La Repubblica yang diterbitkan Senin (13/4).
Vialli mengaku dirinya telah menjalankan dua siklus kemoterapi, satu selama delapan bulan dan satunya lagi selama sembilan bulan dan kini kondisinya baik-baik saja.
"Saya sangat senang. Kembali sehay berarti saya bisa kembali melihat ke cermin, melihat rambut saya kembali tumbuh. Saya sangat beruntung," kata Vialli.
Vialli yang saat ini bekerja untuk timnas Italia sebagai kepala delegasi bergabung dengan Chelsea pada 1996 tidak lama setelah menjadi juara Liga Champions bersama Juventus.
Dia memperkuat the Blues hingga 1999 mengantarkan klub asal London itu menjadi juara Piala FA pada 1997 dan ditunjuk sebagai pemain-manajer pascapemecatan Ruud Gullit pada 1998.
Vialli mengantarkan Chelsea menjadi juara Piala Liga dan Piala Winners pada tahun itu dan memenangkan Piala FA pada 2000 sebelum dipecat pada awal musim berikutnya. Dia kemudian menukangi Watford.
Saat menjadi pemain, dia memenangkan gelar Serie A dan Coppa Italia bersama Juventus pada 1995.
Dia juga terkenal karena menjadi bagian duet lini depan bersama Roberto Mancini yang mengantarkan Sampdoria menjadi juara Serie A 1991, Piala Winners, dan tiga Coppa Italia.
Sampdoria nyaris menjadi juara Piala Eropa (sekarang Liga Champions) pada 1992 namun kalah tipis 1-0 dari Barcelona. (AFP/OL-1)
Upaya pengobatan kanker bagi lansia saat ini di antaranya bisa dilakukan dengan prosedur radioterapi Gamma Knife dan Brachytherapy.
Negara maju mulai melihat penurunan kasus, sementara negara berkembang masih menghadapi angka kematian yang tinggi.
Salah satu pendekatan yang kini makin banyak digunakan di dunia medis adalah teknologi nuklir modern melalui metode pemindaian seperti PET scan.
Penelitian terbaru ungkap makanan ultra proses dapat meningkatkan risiko kematian penyintas kanker hingga 57%. Ini penjelasan dan solusinya.
Pola genetik kanker pada kucing memiliki kemiripan yang signifikan dengan kanker pada manusia, membuka peluang bagi pengembangan terapi masa depan yang lebih efektif.
Pemicu utama kanker pada anak bukanlah faktor eksternal, melainkan gangguan pada proses perkembangan sel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved