Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PELATIH timnas U-23 Indonesia Indra Sjafri mengatakan permainan yang disuguhkan anak-anak asuhannya di final SEA Games 2019, Selasa (10/12) lebih baik ketimbang laga-laga sebelumnya. Indra menyebut hasil SEA Games kali ini juga lebih baik dibanding ajang dua tahunan itu yang pernah digelar di Singapura dan Malaysia pada 2015 dan 2017.
"Kita tidak masuk final sudah enam tahun. Jadi sebenarnya lebih baik dari enam tahun sebelumnya. Tapi kita coba karena sudah 28 tahun tanpa emas, karena itu kita main lebih terbuka, itu dasarnya," terang Indra seusai pertandingan.
Menurut Indra, dalam laga kali ini yang berlangsung di Stadion Sepak Bola Rizal Memorial Sports Complex, Evan Dimas Darmono dkk telah melakoni pertandingan lebih terbuka karena di final hanya ada dua kemungkinan, yakni kalah atau menang. "Kami ucapkan selamat untuk Vietnam," kata Indra.
The Golden Stars mampu unggul pada bola-bola mati dan hal itu menjadi mimpi buruk bagi Indonesia. Sebab, dua dari tiga gol Vietnam terjadi melalui bola mati yang tak mampu diantisipasi pemain Indonesia dengan baik.
"Vietnam unggul pada bola set piece. Selama dilatih Coach Park, sirkulasi bola dan pergerakan pemain lebih baik. Pemain Vietnam bermain dengan spirit yang luar biasa," ungkapnya.
Meski memuji penampilan lawan, mantan pelatih Timnas U-19 tersebut sangat menyayangkan kejadian yang menimpa Evan pada menit ke-23. Dia menyebut perilaku pemain Vietnam cukup kasar.
Baca juga: Timnas Indonesia Gagal Akhiri 28 Tahun Puasa Medali Emas
Saat itu, Evan dilanggar pemain lawan hingga harus digantikan Syahrian Abimanyu. Akibatnya, taktik sempat bermasalah lantaran posisi Evan yang cukup sentral di lapangan tengah.
"Pergantian pemain bukan karena kebutuhan taktik akan jadi masalah bagi tim. Saya pikir cederanya Evan di waktu yang masih 23 menit, tentu sangat mempengaruhi proses tim di babak pertama," ungkapnya.
Agresivitas Vietnam juga tak bisa diimbangi meski Indonesia memasukkan Muhammad Rafli untuk menambah daya gedor barisan depan. Pasukan Garuda Muda masih kesulitan membongkar permainan Vietnam yang dikomandoi Doan Van Hau dkk.
"Kita ketinggalan dua gol, lalu Rafli kita masukkan untuk memperbanyak pemain depan untuk mengejar ketertinggalan," katanya. (OL-8)
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengatakan pihaknya menghormati proses hukum.
Personel yang meraih piagam penghargaan merupakan atlet yang berprestasi dan berasal dari berbagai wilayah dan bidang.
Perlu diketahui bahwa PGN telah menjalin kerja sama dengan PBVSI selama 10 tahun dan PB ISSI selama 7 tahun.
Hal itu dilakukan karena ada beberapa cabor yang target medalinya meleset saat mengikuti ajang dua tahunan tersebut.
Dalam kesempatan itu Presiden Jokowi ingin mengetahui laporan terkait hasil Sea Games 2019 dan persiapan pelaksanaan Piala Dunia U-20 pada 2021, Indonesia menjadi tuan rumahnya.
Menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) PB Perbakin, Firtian Judiswandarta, ada tiga strategi rahasia untuk bisa mencapai prestasi yang membanggakan tersebut.
Pelatih Persib, Bojan Hodak, menyambut positif kedatangan bek bertinggi badan 188 cm tersebut.
Esports Nations Cup hadir untuk melengkapi ekosistem kompetisi antarklub yang sudah ada, seperti Esports World Cup.
Raihan medali perak tetap layak disyukuri karena merupakan capaian tertinggi futsal putri Indonesia sepanjang partisipasi di SEA Games.
Margin dua gol ke gawang Myanmar tidak cukup untuk membawa Indonesia lolos ke fase gugur.
Penentuan nasib Indonesia berlangsung di Stadion 700th Anniversary, Chiang Mai, Jumat (12/12) pukul 18.00 WIB.
Timnas U22 Indonesia harus menerima kekalahan tipis 0-1 dari Filipina U22 pada laga perdana Grup C SEA Games 2025 di 700th Anniversary Stadium, Senin (8/12).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved