Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
LUKA Modric mulai memanaskan spekulasi masa depannya. Gelandang asal Kroasia tersebut mengaku sangat tertarik berkarier di Serie A.
Masa depan Modric bersama Real Madrid memang sedang dipertanyakan. Sebab, ia belum memperpanjang kontrak di Los Blancos yang akan habis pada akhir musim 2019--2020.
Gara-gara itu, spekulasi soal masa depan Modric mulai ramai dibicarakan. Ia dikaitkan dengan sejumlah klub seperti Paris Saint-Germain dan Inter Milan, dua klub yang pernah mengincarnya selama dua musim terakhir.
Modric mencoba angkat bicara terkait masa depannya. Ia mengaku sangat tertarik berkarier di Italia. Namun, gelandang berusia 34 tahun tersebut belum bisa memastikan lantaran masih berstatus sebagai pemain Real Madrid.
Baca juga: Barcelona Yakin Messi akan Bertahan
"Saya menyukai Italia karena dekat dengan Kroasia. Saya menyaksikan pertandingan-pertandingan di Liga Italia karena saya memiliki banyak rekan senegara saya bermain di sana. Orang-orang Italia fantastis dan mereka punya mentalitas mirip dengan orang-orang Kroasia," ujar Modric.
"Kami akan melihat apakah suatu hari saya bisa bermain di Italia. Saya tidak bisa membicarakan ini karena saya pemain Madrid. Saya menyukai Madrid. Saat ini, saya melihat masa depan saya hanya di Madrid," lanjutnya.
Modric memperkuat Madrid sejak 2012. Selama delapan musim berseragam El Real, ia sudah membuat 312 penampilan dan menyumbang 18 gol di seluruh kompetisi.
Sejumlah prestasi juga dicapai Modric bersama Madrid. Prestasi terbaiknya sejauh ini adalah meraih penghargaan pemain terbaik alias Ballon d'Or 2018.
Selain itu, Modric juga sukses menggondol 15 gelar untuk Madrid. Di antaranya adalah satu gelar La Liga, satu gelar Copa del Rey, dua gelar Piala Super Spanyol, empat gelar Liga Champions, tiga gelar Piala Super Eropa, dan empat gelar Piala Dunia Antarklub. (Medcom/OL-2)
AC Milan harus bersusah payah untuk membawa pulang poin penuh saat bertandang ke markas Pisa dalam lanjutan pekan ke-25 Serie A, Sabtu (14/2).
Luka Modric dan Ruben Loftus-Cheek membawa AC Milan menang tipis atas Pisa. Simak komentar Modric soal persaingan Scudetto dan rekor bersejarahnya.
Max Allegri puji peran vital Luka Modric dalam kemenangan 2-1 AC Milan atas Pisa. Pelatih Rossoneri ini sebut semua pemain harus belajar dari Modric.
AC Milan sukses mencuri tiga poin di markas Pisa dengan skor 2-1. Meski diwarnai penalti gagal dan kartu merah, gol Luka Modric jadi penentu kemenangan.
Dengan Luka Modric yang tetap menjadi pengatur permainan pada usia 40 tahun dalam penampilan ke 193, Kroasia perlahan mengambil alih tempo
Luka Modric, yang didatangkan secara gratis setelah 13 tahun memperkuat Real Madrid, tampil dominan di lini tengah AC Milan bersama rekrutan anyar Adrien Rabiot.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved