Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT sepak bola Mohamad Kusnaeni mengatakan pelatih asal Korea Selatan (Korsel), Shin Tae-yong dinilai cocok untuk menukangi tim nasional Indonesia.
Bung Kus, sapaan akrabnya, mengatakan Shin memiliki pengalaman dan rekam jejak di klub dan tim nasional yang mumpuni. Selain itu, ia menilai kualitas pelatih asal Asia juga tak kalah dari Eropa. Bahkan, ia menilai pelatih asal Asia lebih memahami kultur sepak bola Indonesia.
"Shin Tae-yong memiliki rekam jejak yang bagus. Ia tentu paham kultur dan fanatisme masyarakat terhadap sepak bola. Tentu ia akan termotivasi ketika melatih nantinya," ujar Bung Kus, ketika dihubungi, Kamis (7/11).
Selain itu, Shin Tae-yong sebagai pelatih yang memiliki rekam jejak yang bagus di klub maupun di tim nasional.
Shin mampu membawa Seongnam Ilhwa Chunma FC menjuarai Liga Champions Asia pada musim 2009/2010 lalu.
Selain itu, bersama tim nasional Korea Selatan, ia membawa tim U-23 hingga 8 besar Olimpiade 2016. Bersama tim U-20, ia membawa Korea Selatan menembus 16 besar Piala Dunia U-20 2017 lalu.
Terakhir, ia membawa tim senior Korea Selatan ke Piala Dunia 2018. Meski tak lolos ke fase gugur, pencapaian fenomenal Shin yakni membawa Korea Selatan mengalahkan Jerman dengan skor 2-0.
Bung Kus mengaku soal harga Shin Tae-yong tentu lebih rendah dibanding pelatih asal Eropa. Sehingga, menurut ia, Shin merupakan opsi terbaik untuk menukangi tim nasional Indonesia saat ini.
"Dengan pengalamannya dan rekam jejak melatihnya itu bisa menjadi pertimbangan. Lalu, soal bayaran mungkin Shin lebih rendah dan terjangkau dibanding pelatih asal Eropa," ungkap Kusnaeni.
Selain Shin Tae-Yong, PSSI juga mengincar Luis Milla untuk menukangi tim nasional Indonesia. Ketum PSSI Mochamad Iriawan mengatakan pihaknya tengah menjalin komunikasi dengan dua pelatih tersebut. (OL-09)
Pelatih Persib Bandung Bojan Hodak menegaskan laga kontra Persita Tangerang di pekan ke-22 Super League 2025/26 akan berjalan sulit meski dimainkan di Stadion GBLA.
PSMS Medan menang 3-1 atas Sumsel United dalam laga Pegadaian Championship di Stadion Utama Sumatra Utara, Sabtu (14/2). Felipe Cadenazzi cetak dua gol.
Persija Jakarta fokus memulihkan mental pemain jelang laga tandang kontra Bali United di pekan ke-21 BRI Super League 2025/2026.
Semen Padang FC menargetkan mencuri poin saat menghadapi Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Minggu (15/2), guna memperbesar peluang keluar dari zona degradasi BRI Super League.
Ezequiel Vidal mencetak dua gol saat PSIM Yogyakarta menahan imbang Persik Kediri 2-2 di Stadion Gelora Joko Samudro. Hasil ini menjaga posisi PSIM di papan tengah klasemen.
Sumsel United membidik kemenangan atas PSMS Medan di Stadion Utama Sumatera Utara demi menjaga peluang promosi ke Super League. Laga krusial penentuan tiga besar.
PSSI juga memastikan seluruh proses naturalisasi yang dilakukan semua pemain sah dan sesuai dengan peraturan hukum di Indonesia.
PSSI menegaskan bahwa seluruh proses naturalisasi pemain keturunan yang kini membela Timnas Indonesia telah dilakukan secara sah dan sesuai peraturan hukum di Indonesia.
Meski kalah, Erick Thohir menilai timnas Indonesia mampu menunjukkan permainan yang kompetitif melawan timnas Bulgaria di ajang FIFA Series.
Timnas Indonesia dijadwalkan menghadapi ujian sesungguhnya melawan timnas Bulgaria pada partai final FIFA Series 2026, Senin (30/3).
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar seremoni penghargaan, melainkan penghormatan bagi mereka yang bekerja di balik layar maupun di lapangan.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menilai FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk menunjukkan kapasitas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved