Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
CALON ketua umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Yesayas Oktavianus, mengaku bahwa kepengurusan PSSI saat ini masih banyak kekurangan.
Hal itu Ia ungkapkan saat mengikuti acara Penyampaian Visi dan Misi Calon Ketua Umum PSSI Periode 2019-2023, di Aula Wisma Karsa Pemuda, Kemenpora Rabu (30/10).
Selain Yesayas, para calon ketua umum seperti, Vijaya Vitriyasa, Arif Putra Wicaksono, Rahim Soekasah, Sarman, Beny Erwin, Fery Francis, Aven Hinelo, hingga Bernhard Limbong datang untuk debat dan memaparkan visi misi.
Sementara dua wakil lainnya, La Nyalla Mattalitti dan Mochamad Iriawan tak terlihat batang hidungnya.
Dalam diskusi, Yesayas mengaku akan membersihkan kekurangan yang ada pada organisasi PSSI saat ini. Kejujuran, sistem kompetisi, pengelolaan keuangan sampai pada prestasi dianggapnya masih carut-marut.
Baca juga : Perlu Kolaborasi untuk Bangun Sepak Bola Nasional
“Bikin kompetisi dan banyak pengunduran pertandingan antar tim dengan alasan tak jelas, bisa mundur atau dimajukan. Padahal itu jelas merugikan klub,” tutur Yesayas, Rabu (30/10).
Bukan hanya itu, Yesayas ingin pengurus PSSI nanti tak boleh merangkap jabatan. Menurutnya, satu Exco bisa membawahi beberapa bidang.
Jika terpilih menjadi ketua umum PSSI, Yesayas ingin Exco tidak boleh ada memiliki klub atau rangkap jabatan di luar sebagai Exco.
Yesayas juga akan menertibkan para Exconya saat berargumen agar tak ada lagi perbedaan pendapat dan hanya akan melalui satu pintu. Jika ia terpilih menjadi ketua umum PSSI, ia ingin semua argumen hanya akan melewati satu pintu diwakili oleh Sekjen atau, waketum dan Ketua.
Hal itu supaya tak ada lagi perbedaan pendapat yang membingungkan masyarakat terkait kebijakan PSSI.
Yesayas sendiri adalah caketum yang punya latar belakang sebagai wartawan olahraga senior. Ia sudah meliput sepak bola nasional sejak era 1980an. (OL-7)
Penunjukan Kurniawan Dwi Yulianto sebagai pelatih timnas U-17 sekaligus menandai adanya pergeseran posisi di jajaran pelatih timnas kelompok umur.
Ketidakpastian keikutsertaan timnas Indonesia di Asian Games 2026 bermula dari pemberitaan media Vietnam yang menyebutkan adanya perubahan regulasi oleh AFC dan OCA.
Berdasarkan rilis Komite Disiplin AFC, sanksi tersebut merupakan akumulasi dari empat pelanggaran keamanan yang terjadi pada awal 2026.
PERSIKU Kudus harus menerima kenyataan pahit mendapat sanksi berat dari komite disiplin (Kondis) PSSI denda sebesar Rp250 juta dan pertandingan satu laga tanpa penonton
PERSATUAN Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) melalui PT Garuda Sepak Bola Indonesia (GSI) resmi memilih Kelme sebagai penyedia apparel resmi bagi timnas Indonesia.
PSSI mengumumkan ada tujuh jenama yang mengikuti proses tender apparel timnas Indonesia, yaitu Kelme, adidas, Puma, Warrix, Masagi, Riors, dan petahana Erspo.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved