Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Sidang Kedua Joko Driyono Molor

Mediaindonesia
10/5/2019 04:40
 Sidang Kedua Joko Driyono Molor
SIDANG PERDANA JOKO DRIYONO:(MOHAMAD IRFAN )

SIDANG kedua kasus pencurian dan penghilangan barang bukti dengan tersangka mantan ketua umum PSSI Joko Driyono dipastikan ditunda selama dua minggu. Pasalnya, salah satu saksi dalam kasus itu tidak hadir dalam persidangan.

"Dengan ini memerintahkan kepada pidana umum untuk menghadirkan kembali terdakwa di persidangan dan saksi-saksi serta barbuk (barang bukti) pada hari Selasa tanggal 28 Mei 2019," tegas ketua majelis hakim, Kartin Khaerudin, di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Jakarta Selatan, kemarin.

Sedianya sidang kedua Joko Driyono sebetulnya digelar kemarin dengan agenda pendengaran saksi dari Satgas Antimafia Bola. Sebanyak empat saksi dijadwalkan hadir dalam sidang tersebut.

Selain itu, dalam persidangan kali ini, pria yang akrab dipanggil Jokdri tersebut telah menambah kuasa hukumnya sebanyak 4 orang. Jadi, total kuasa hukum Joko Driyono sebanyak 13 orang dari sebelumnya berjumlah 9 orang.

Joko Driyono diduga mencuri memori CCTV meski barang tersebut sudah disita oleh Satgas Antimafia Bola.

"Walaupun barangnya (CCTV) milik sendiri, tetapi dalam penguasaan Satgas Antimafia Bola," kata Jaksa Penuntut Umum, Sigit Hendradi, setelah sidang perdana pada Senin (6/5) lalu.

Selain penghilangan, Jokdri juga terbukti mengganti beberapa memori CCTV. "Tadi ada yang beberapa diganti termasuk CCTV dan beberapa part," kata Sigit.

Barang bukti berupa memori CCTV tersebut diganti dan dihilangkan terdakwa agar mengelabui Satgas Antimafia Bola.

Atas tindakannya, Jokdri dikenai pasal pencurian. Jokdri dikenai Pasal 363, Pasal 235, dan yang terakhir 221 KUHP, semuanya ancaman maksimal tujuh tahun.

Pada bagian lain, Kementerian Pemuda dan Olahraga mengingatkan Badan Olahraga Profesional Indonesia untuk menghitung dengan cermat sebelum memberikan rekomendasi Liga 1 2019. Hal itu ditegaskan Sekretaris Kemenpora Gatot S Dewa Broto seusai menerima laporan dari BOPI terkait hasil sementara verifikasi Liga 1.

Gatot juga meminta agar BOPI melihat secara rinci soal kesehatan finansial klub, Kitas pemain asing, hingga soal keamanan. Apalagi, subsidi dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) kepada kontestan Liga 1 menurun ketimbang musim lalu. "Saya cuma ingin kita jangan sampai jatuh ke persoalan yang sama. Jangan sampai Kemenpora dan BOPI dianggap tidak peduli soal itu," ujar Gatot. (Iam/Cah/R-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya