Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KONGRES luar biasa (KLB) yang bakal dijalankan PSSI ternyata masih belum jelas sampai kini. Padahal induk cabang olahraga sepak bola nasional itu kini seperti anak ayam kehilangan induk setelah berturut-turut ditinggal ketua umumnya.
Setelah ketua umum sebelumnya, Edy Rahmayadi, mengundurkan diri karena ingin fokus dalam tugasnya sebagai Gubernur Sumatra Utara, menyusul kemudian Plt Ketum PSSI Joko Driyono yang terpaksa mundur seusai ditetapkan sebagai tersangka oleh Satgas Antimafia Bola Polri atas perkara pengaturan skor.
PSSI pun sejatinya sudah memutuskan agenda itu sejak 20 Februari lalu melalui rapat komite eksekutif (exco). Sayangnya, rencana itu seperti tinggal rencana. Faktanya, sampai kini belum jelas kapan KLB akan digelar.
Tommy Aprianto selaku Ketum Asprov Jabar menjelaskan bahwa PSSI saat ini tengah fokus untuk kunjungan FIFA guna membahas permasalahan sepak bola di Indonesia, hari ini (Kamis, 11/4). Akibatnya jadwal KLB belum jelas.
"Sementara ini kita masih belum tahu (KLB) kapan. Jadi kami saat ini masih menunggu kabar mengenai kedatangan FIFA ke PSSI," ujarnya.
Tommy juga memaparkan bahwa sampai saat ini belum ada pemberitahuan dari PSSI mengenai kejelasan diselenggarakannya KLB. Saat ini dia tengah menunggu hasil pertemuan dengan FIFA dan pemberitahuan untuk proses KLB yang dijanjikan akan diberikan kejelasan setelah terjadinya pertemuan dengan FIFA.
"Belum ada pemberitahuan. Ha-rusnya hari ini (kemarin). Jadi kita tunggu saja." lanjut Tommy.
Sementara itu, Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria menegaskan bahwa kedatangan delegasi FIFA tidak terkait dengan KLB.
Mereka datang ke Tanah Air untuk memantau perkembangan FIFA Forward Program yang sedang dijalankan PSSI.
"FIFA menyerahkan otonomi kepada PSSI mau KLB kapan, karena kepentingan mereka jangan sampai yang ada di organisasi merusak apa yang sudah dilakukan. Soal KLB itu sepenuhnya otoritas dari federasi. Tapi jangan sampai ketika kita memutuskan KLB, program yang dari FIFA jadi terhambat," ujarnya.
"Besok mereka bakal datang lagi untuk follow up tentang komite ad hoc. Intinya FIFA nothing to do mau KLB atau tidak KLB karena wewenang federasi masing-masing. Jadi intinya FIFA tak mau yang terjadi di organinasi menghambat yang sudah dilakukan sekarang. Kami menjaga itu," tegas Tisha.
Dilarang ke Malang
Sementara itu, Kepolisian Daerah Jawa Timur melarang suporter Persebaya Surabaya untuk menyaksikan tim kesayangan mereka berlaga di Malang pada leg kedua final Piala Presiden 2019 di Stadion Kanjuruan Malang, besok.
"Sebelumnya juga suporter Arema tidak diperkenankan ke Surabaya, maka sekarang juga demikian. Suporter Persebaya jangan ke Malang," tegas Kapolda Jawa Timur Irjen Luki Hermawan di Surabaya, kemarin.
Larangan tersebut, menurutnya, juga sudah menjadi kesepakatan perwakilan suporter yang pernah diundang ke Polda Jawa Timur. Jadi, tegasnya, kesepakatan ini sudah di-setujui untuk final Piala Presiden.
"Sekarang di Malang maka suporter Persebaya juga tidak diperkenankan ke Malang," ujarnya.
Diakuinya masih juga banyak suporter Persebaya ke Malang. Namun, mereka tidak diperkenankan membawa atribut Persebaya. Kapolda menjelaskan, menjelang pertandingan akan dilakukan razia, tidak hanya untuk suporter Persebaya, tapi juga Arema. (FL/*/R-2)
Penunjukan Kurniawan Dwi Yulianto sebagai pelatih timnas U-17 sekaligus menandai adanya pergeseran posisi di jajaran pelatih timnas kelompok umur.
Ketidakpastian keikutsertaan timnas Indonesia di Asian Games 2026 bermula dari pemberitaan media Vietnam yang menyebutkan adanya perubahan regulasi oleh AFC dan OCA.
Berdasarkan rilis Komite Disiplin AFC, sanksi tersebut merupakan akumulasi dari empat pelanggaran keamanan yang terjadi pada awal 2026.
PERSIKU Kudus harus menerima kenyataan pahit mendapat sanksi berat dari komite disiplin (Kondis) PSSI denda sebesar Rp250 juta dan pertandingan satu laga tanpa penonton
PERSATUAN Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) melalui PT Garuda Sepak Bola Indonesia (GSI) resmi memilih Kelme sebagai penyedia apparel resmi bagi timnas Indonesia.
PSSI mengumumkan ada tujuh jenama yang mengikuti proses tender apparel timnas Indonesia, yaitu Kelme, adidas, Puma, Warrix, Masagi, Riors, dan petahana Erspo.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved