Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

PSSI Butuh Figur Wajah Baru yang Independen dan Profesional

MICOM
03/4/2019 23:20
PSSI Butuh Figur Wajah Baru yang Independen dan Profesional
Kantor PSSI(ANTARA/Hafidz Mubarak A)

SUKSESI kepemimpinan di tubuh induk olahraga sepak bola nasional PSSI masih menjadi wacana hangat saat ini.

Seiring dengan rencana menggelar Kongres Luar Biasa (KLB), dorongan untuk memunculkan sosok Ketua Umum PSSI yang baru banyak bermunculan. KLB juga momentum untuk bersih-bersih dari orang-orang yang tidak dipercaya dan tidak kredibel.

Figur yang dinilai tepat ialah sosok independen dan profesional yang tentu saja memiliki kecintaan pada sepak bola.

Tokoh pendukung setia Persib Bandung alias bobotoh, Eko Noer, mendukung wacana yang bergulir untuk tidak memberikan tempat bagi politisi menduduki Ketum PSSI.

"Terus terang saya merasa tidak nyaman PSSI dipimpin oleh orang-orang yang berjubah politik," kata Eko.

Ia menegaskan, penyelenggaraan KLB nanti adalah titik menuju lebih baik. KLB saat ini, menurutnya, bukan sekadar mengganti Ketum PSSI, melainkan bersih dari tangan-tangan kotor orang-orang yang masih bercokol yang sudah tidak bisa dipercaya dan tidak kredibel.

Beredar nama-nama calon Ketum PSSI di masyarakat, seperti pengusaha Erick Thohir, akademisi Hendri Satrio, praktisi sepak bola Achsanul Qosasi, dan dari Pelaksana Tugas saat ini Iwan Budianto.

Eko menginginkan figur Ketum PSSI mendatang ialah calon yang independen dan profesional atau setidaknya mantan pemain yang memiliki visi besar tentang perkembangan sepak bola Indonesia.

"Dari kalangan pesepak bola misalnya Bambang Pamungkas paling tepat menjadi nahkoda federasi sepak bola Indonesia. Atau setidaknya independen dan profesional," pungkasnya.


Baca juga: Persija Takluk di Markas Ceres Negros


Sementara itu, pemerhati isu sepak bola Andi Sururi mengatakan nama-nama calon Ketum PSSI di atas memiliki sisi kelemahan dan kelebihannya.

Ia mengatakan, PSSI perlu diurus oleh orang-orang baru. Kedua figur di atas yakni Iwan Budianto dan Achsanul Qosasi adalah nama-nama lama yang artinya turut bertanggung jawab atas setiap kegagalan pengelolaan federasi sepak bola selama ini.

"Saya konsisten untuk mengatakan bahwa PSSI perlu di urus orang-orang baru," tegasnya.

Sedangkan pengusaha kondang Erick Tohir, dinilai Andi, figur yang paling polupuler di mata masyarakat untuk mengisi jabatan Ketum PSSI. Selain dikenal sebagai pengusaha sukses, Erick seorang profesional muda dan juga berpengalaman mengelola olahraga, khususnya sepak bola.

Namun, persoalannya cuma satu, bersediakah Erick dicalonkan, karena beberapa kali dia mengisyaratkan tidak berminat.

Andi juga menyoroti nama akademisi seperti Hendri Satrio memang nama baru di dunia sepak bola. Namun, kapasitas yang bersangkutan sebagai Ketua Sepak Bola Indonesia Juara (SIJ) telah menunjukkan dan menaruh perhatian khusus terhadap persepakbolaan di Tanah Air.

Menurutnya, Hendri bisa mewakili kalangan akademisi dan profesional muda, dan yang paling penting adalah, bisa menjadi sosok baru yang belum terkontaminasi oleh karut marut sepakbola selama ini.

"Kita tunggu saja ide-ide apa yang dia punya untuk memulihkan organisasi ini," ujarnya.

Sementara nama-nama lain calon Ketum PSSI yang beredar, menurut Andi, sebenarnya masyarakat cukup berharap PSSI diisi oleh mantan pemain. Dari kalangan ini, dua figur yang selama ini cukup vokal terhadap PSSI yakni Kurniawan Dwi Yulianto dan Rochi Putiray.

"Jadi ini menarik untuk memberi mereka challenge (tantangan) kepada mereka untuk membenahi rumahnya sendiri," ujarnya. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya