Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
FEDERASI Sepak Bola Indonesia (PSSI) siap bersinergi dengan Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) dan Asosiasi Pesepak Bola Professional (FIFPro) Asia/Ocenia untuk menjaga kesejahteraan pemain sepak bola professional di Indonesia. Komitmen itu tertuang dalam kongres FIFPRO Asia/Oceania di Nusa Dua, Bali, 26-28 Maret.
Dalam salah satu bahasan Kongres FIFPRO Asia/Oceania, PSSI turut mendiskusikan area kepentingan yang dapat dikolaborasikan antara PSSI, FIFPro Asia/Oceania, APPI, dan Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) untuk memajukan perkembangan berkelanjutan profesionalisme sepak bola Indonesia.
PSSI menyampaikan apresiasi terhadap FIFPRO Asia/Oceania dan APPI. PSSI berterima kasih atas undangan dan kesempatan tersebut dan berharap menjadi perekat kerja sama yang berkelanjutan.
"Kami harap kita bisa terus berkolaborasi dan menjalin hubungan baik demi menjunjung tinggi profesionalisme dalam dunia sepak bola, terutama dalam permasalahan ketenagakerjaan di dunia sepak bola,” kata Nico Panjaitan, perwakilan PSSI dilansir dari laman PSSI. Selasa (2/4).
Baca juga: Berkas Jokdri Segera Dilimpahkan ke JPU
Menurut dia, PSSI memahami kesejahteraan pesepak bola itu sangat penting. Karena itu, PSSI juga yakin ketika kesejahteraan pemain bisa dijaga, maka kompetisi akan menjadi lebih baik sebab para pemain yang terlibat akan berusaha memberikan permainan terbaiknya.
PSSI berharap, lanjut dia, sinergisitas dan hubungan baik antara konfederasi, federasi, klub, pemain, dan stakeholder harus terjaga demi memajukan sepak bola.
Indonesia adalah bagian dari pilot project Badan Penyelesaian Sengketa Pemain atau National Dispute Resolution Chamber (NDRC) FIFA yang kini dalam proses finalisasi. PSSI berharap tahun ini dapat segera terlaksana. (OL-2)
Penunjukan Kurniawan Dwi Yulianto sebagai pelatih timnas U-17 sekaligus menandai adanya pergeseran posisi di jajaran pelatih timnas kelompok umur.
Ketidakpastian keikutsertaan timnas Indonesia di Asian Games 2026 bermula dari pemberitaan media Vietnam yang menyebutkan adanya perubahan regulasi oleh AFC dan OCA.
Berdasarkan rilis Komite Disiplin AFC, sanksi tersebut merupakan akumulasi dari empat pelanggaran keamanan yang terjadi pada awal 2026.
PERSIKU Kudus harus menerima kenyataan pahit mendapat sanksi berat dari komite disiplin (Kondis) PSSI denda sebesar Rp250 juta dan pertandingan satu laga tanpa penonton
PERSATUAN Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) melalui PT Garuda Sepak Bola Indonesia (GSI) resmi memilih Kelme sebagai penyedia apparel resmi bagi timnas Indonesia.
PSSI mengumumkan ada tujuh jenama yang mengikuti proses tender apparel timnas Indonesia, yaitu Kelme, adidas, Puma, Warrix, Masagi, Riors, dan petahana Erspo.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved