Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
MANTAN Ketua Umum PSSI La Nyalla Mattalitti menyebutkan bahwa Kongres Luar Biasa (KLB) yang bakal digelar oleh Komite Eksekutif (Exco) PSSI tidak memungkinkan apabila dilaksanakan dalam waktu dekat.
"KLB itu ada aturan mainnya. Selama tidak ada restu dari FIFA, tetap tidak akan bisa KLB," katanya di Malang, Jawa Timur, Kamis (28/2).
La Nyalla menambahkan KLB bisa saja dilakukan apabila disetujui oleh FIFA selaku badan pengendali sepak bola internasional. Itupun FIFA harus menentukan tanggalnya terlebih dahulu.
"KLB bukan menentukan orang, itu menentukan tanggal kapan ada KLB pemilihan. Kemudian menentukan komite pemilihan, baru setelah itu tiga bulan kemudian baru ada KLB," bebernya.
Pria kelahiran Jakarta ini memprediksi KLB setidaknya bisa digelar pada pertengahan 2019. Padahal, KLB dinilai oleh sejumlah pihak merupakan langkah yang tepat untuk menyikapi kondisi internal PSSI saat ini.
Baca juga: Arema Ingin KLB PSSI Segera Digelar
"Jadi paling cepat kalau memang ada KLB ya bulan Juni. Sekarang sudah diproses (oleh PSSI), tapi kalau FIFA tidak mau ya tetap tidak mau," jelasnya.
Di sisi lain, La Nyalla berharap Ketua Umum PSSI nantinya adalah sosok yang benar-benar konsentrasi di dunia sepak bola.
"Lihat nanti siapa yang akan datang, yang pasti orang yang punya concern khusus di sepak bola. Jadi jangan hanya dijadikan sambilan. Kalau dijadikan sambilan susah nanti," pungkasnya. (Medcom/OL-7)
Penunjukan Kurniawan Dwi Yulianto sebagai pelatih timnas U-17 sekaligus menandai adanya pergeseran posisi di jajaran pelatih timnas kelompok umur.
Ketidakpastian keikutsertaan timnas Indonesia di Asian Games 2026 bermula dari pemberitaan media Vietnam yang menyebutkan adanya perubahan regulasi oleh AFC dan OCA.
Berdasarkan rilis Komite Disiplin AFC, sanksi tersebut merupakan akumulasi dari empat pelanggaran keamanan yang terjadi pada awal 2026.
PERSIKU Kudus harus menerima kenyataan pahit mendapat sanksi berat dari komite disiplin (Kondis) PSSI denda sebesar Rp250 juta dan pertandingan satu laga tanpa penonton
PERSATUAN Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) melalui PT Garuda Sepak Bola Indonesia (GSI) resmi memilih Kelme sebagai penyedia apparel resmi bagi timnas Indonesia.
PSSI mengumumkan ada tujuh jenama yang mengikuti proses tender apparel timnas Indonesia, yaitu Kelme, adidas, Puma, Warrix, Masagi, Riors, dan petahana Erspo.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved