Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
REFORMASI di tubuh PSSI menjadi isu yang terus berkembang di tengah skandal pengaturan skor dan suap. Kongres Luar Biasa (KLB) yang diusulkan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI diharapkan menjadi momentum menelurkan sosok-sosok baru untuk memimpin federasi yang telah berusia 88 tahun ini.
Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S Dewa Broto menjadi salah satu yang cukup gencar menyuarakan hal tersebut. Bahkan pria asal Yogyakarta ini meminta kepada pemilik hak suara untuk tidak melulu bergantung dengan orang lama di PSSI.
"Harapannya next ini Ketua, Sekjen (Sekretaris Jenderal), dan Exco ya ganti orang. Pertanyaannya apakah orang lain mampu? Mampu! Jangan meng-underestimate orang lain bahwa mereka tidak mampu mengurus sepak bola dan duduk di pimpinan PSSI saat ini," kata Gatot seusai mengisi diskusi 'Sepak bola Indonesia di Persimpangan' di Jakarta, Minggu (24/2).
Sementara itu, pemerhati sepak bola Andi Sururi yang turut hadir dalam acara diskusi tersebut mengamini harapan Gatot. Ia menilai pengurus PSSI saat ini sudah mendapatkan kesempatan lebih dari cukup untuk membuktikan kapasitas mereka, tapi gagal.
Baca juga: Rombak Total atau Konsisten Gagal
Penetapan 15 tersangka dalam penyelidikan Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola termasuk Pelaksana Tugas (PLT) Ketua Umum PSSI Joko Driyono dan anggota Exco PSSI Johar Lin Eng membuktikan kepengurusan PSSI berada di trek yang salah. Joko sendiri disangkakan menjadi otak perusakan barang bukti. Sedangkan, Johar terjerat kasus hukum karena upaya suap dan pengaturan skor.
Di sisi lain, Gatot menyarankan PSSI untuk merevisi syarat lima tahun berkecimpung di dunia sepak bola untuk menyaring lebih banyak sosok kompeten. Apalagi, menurutnya, syarat tersebut sudah tidak menjadi bahan yang krusial lagi.
"Kriteria di pasal 24 Statuta PSSI bahwa kongres bisa menambah, mengurangi dan mengoreksi isi statuta. Kalau dulu ada ketentuan siapa pun yang duduk di Exco minimal harus lima tahun aktif di sepak bola, tapi konteks masalah ini tidak diangkat lagi. Taruhlah masih kekeh soal lima tahun ini, ya gampang saja di awal KLB agenda pertama adalah mengubah ketentuan kewajiban lima tahun tersebut. Setelahnya agenda utamanya. Jadi so simple," pungkasnya. (OL-2)
PSSI memastikan para pemain Timnas Indonesia baru akan berkumpul untuk persiapan FIFA Series 2026 setelah perayaan Idul Fitri agar pemain yang beragama Islam dapat merayakan Lebaran.
Indonesia akan menjadi salah satu tuan rumah turnamen mini FIFA Series 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 27-30 Maret di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Proses naturalisasi pemain tidak lepas dari mekanisme yang melibatkan DPR. Karena itu, PSSI masih menunggu kepastian mengenai jadwal persidangan sebelum melangkah lebih jauh.
PSSI resmi menunjuk Jawa Timur sebagai tuan rumah Piala AFF U17 2026 karena fasilitas stadion di Kaltim belum siap.
Denda tersebut dijatuhkan AFC karena PSSI dinilai lalai dalam memenuhi ketentuan regulasi pertandingan internasional yang telah ditetapkan oleh konfederasi.
Jakarta ditunjuk sebagai tuan rumah FIFA Series 2026. Timnas Indonesia akan menghadapi St. Kitts & Nevis, Bulgaria, dan Kepulauan Solomon pada 27 & 30 Maret 2026 di GBK.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved