Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGGELEDAHAN yang dilakukan oleh Satuan Tugas Antimafia Bola Polri di dua lokasi kantor Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) ialah untuk mencari dokumen soal kegiatan komite eksekutif (Exco) PSSI.
Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola, Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan, tim penyidik yang melakukan penggeledahan, merupakan bagian dari pengembangan kasus pengaturan skor di Liga 2 dan Liga 3.
"Kita mencari dokumen berkaitan kegiatan Exco PSSI, mencari kantornya di mana dan mengenai surat menyurat seperti apa, kegiatannya apa, agendanya seperti apa, kegiatan yang dilakukan kemudian dengan pengajuan anggaran seperti apa," kata Argo, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (1/2).
Argo menyebut, penyidik melakukan penggeledahan di kantor PT Liga Indonesia (LI) dan kantor PT Gelora Trisula Semesta (GTS). Pasalnya, mereka belum menemukan dokumen-dokumen terkait Komite Eksekutif (Exco) PSSI.
"Penggeledahan dua kantor itu, sama seperti penggeledahan di kantor PSSI sebelumnya. Kita juga memiliki surat penggeledahan dari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan," terangnya
Argo mengatakan, dalam penggeledahan itu pihaknya mencari dokumen-dokumen terkait giat komite, dokumen pengajuan dana, dan mekanismenya.
Baca juga : Satgas Antimafia Bola Geledah 2 Lokasi Terkait Pengaturan Skor
"Seperti apa dan siapa yang bertanggungjawab, siapa yang mengawasi dan mengendalikan terkait anggaran tersebut," paparnya.
Selain itu, mereka memastikan kantor dari kegiatan Exco PSSI tersebut dan akan segera ditelusuri.
"Untuk mengetahui surat-menyurat seperti apa, kegiatannya apa, agendanya seperti apa. Kemudian pengajuan anggaran seperti apa," pungkasnya.
Seperti diketahui, penyegelan dan penggeledahan itu merupakan pengembangan atas laporan Laksmi Indaryani. Laporan itu tercantum dengan nomor LP/6990/XII/2018/PMJ/Dit Reskrimum, tanggal 19 Desember 2018, tentang Dugaan Tindak Pidana Penipuan dan/atau Penggelapan dan/atau Tindak Pidana Suap dan/atau Tindak Pidana Pencucian Uang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP dan/atau UU RI No 11 Tahun 1980 tentang Tindak Pidana Suap dan/atau Pasal 3, 4, 5 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU. Terlapor dari laporan itu yakni Priyatno dan Anik. (OL-8)
Pelatih Persib Bandung Bojan Hodak menegaskan laga kontra Persita Tangerang di pekan ke-22 Super League 2025/26 akan berjalan sulit meski dimainkan di Stadion GBLA.
PSMS Medan menang 3-1 atas Sumsel United dalam laga Pegadaian Championship di Stadion Utama Sumatra Utara, Sabtu (14/2). Felipe Cadenazzi cetak dua gol.
Persija Jakarta fokus memulihkan mental pemain jelang laga tandang kontra Bali United di pekan ke-21 BRI Super League 2025/2026.
Semen Padang FC menargetkan mencuri poin saat menghadapi Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Minggu (15/2), guna memperbesar peluang keluar dari zona degradasi BRI Super League.
Ezequiel Vidal mencetak dua gol saat PSIM Yogyakarta menahan imbang Persik Kediri 2-2 di Stadion Gelora Joko Samudro. Hasil ini menjaga posisi PSIM di papan tengah klasemen.
Sumsel United membidik kemenangan atas PSMS Medan di Stadion Utama Sumatera Utara demi menjaga peluang promosi ke Super League. Laga krusial penentuan tiga besar.
PSSI resmi menunjuk Jawa Timur sebagai tuan rumah Piala AFF U17 2026 karena fasilitas stadion di Kaltim belum siap.
Denda tersebut dijatuhkan AFC karena PSSI dinilai lalai dalam memenuhi ketentuan regulasi pertandingan internasional yang telah ditetapkan oleh konfederasi.
Jakarta ditunjuk sebagai tuan rumah FIFA Series 2026. Timnas Indonesia akan menghadapi St. Kitts & Nevis, Bulgaria, dan Kepulauan Solomon pada 27 & 30 Maret 2026 di GBK.
Penunjukan Kurniawan Dwi Yulianto sebagai pelatih timnas U-17 sekaligus menandai adanya pergeseran posisi di jajaran pelatih timnas kelompok umur.
Ketidakpastian keikutsertaan timnas Indonesia di Asian Games 2026 bermula dari pemberitaan media Vietnam yang menyebutkan adanya perubahan regulasi oleh AFC dan OCA.
Berdasarkan rilis Komite Disiplin AFC, sanksi tersebut merupakan akumulasi dari empat pelanggaran keamanan yang terjadi pada awal 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved