Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
ADA dua jenis kotoran telinga, yaitu yang kering dan basah. Kotoran telinga berperan penting dalam melindungi organ pendengaran dari benda asing dari luar. Meski begitu, terkadang kotoran telinga bisa juga menyebabkan masalah jika sudah terlalu banyak dan menumpuk.
Namun, para ahli dari University College London (UCL)-King’s College London mengungkapkan kotoran telinga ternyata bisa mengungkap tingkat stres seseorang. Hasil penelitian itu diterbitkan dalam jurnal Heliyon.
Para peneliti menemukan bahwa hormon stres, kortisol, dalam kotoran telinga relatif stabil sehingga mereka menciptakan alat baru yang bisa mengambil sampel dan mengujinya dengan cepat, murah, dan efektif.
Studi dilakukan terhadap 37 partisipan untuk menguji teknik pengambilan sampel yang berbeda, yakni sampel darah, rambut, dan kotoran telinga. Sampel kotoran telinga menghasilkan lebih banyak kortisol daripada sampel rambut.
“Kadar kortisol dalam kotoran telinga tampaknya lebih stabil,” kata penulis utama, Andres Herane-Vives. (Nur/Daily Mail/X-7)
MASALAH finansial yang memicu stres ternyata dapat merusak kesehatan jantung. Hal itu diungkapkan dalam studi yang dirilis oleh Mayo Clinic Proceedings.
Stres sebenarnya tidak selalu membawa dampak negatif. Dalam kadar tertentu, stres justru diperlukan untuk menjaga performa kerja agar tetap optimal.
Banyak pekerja tetap memaksakan diri menjalani aktivitas normal meski kondisi tubuh dan pikiran mereka sebenarnya sudah berada di bawah tekanan hebat.
Paparan berulang terhadap konten bencana, baik berupa gambar, video, maupun narasi emosional, dapat memicu respon stres yang serupa dengan mereka yang mengalami peristiwa tersebut.
Berikut 12 makanan yang dapat membantu meredakan sakit kepala secara alami, yang umumnya direkomendasikan dokter dan ahli gizi karena kandungan nutrisinya
Sekitar 85,1% responden mengaitkan stres dengan kesulitan dalam kesehatan usus, sementara kebiasaan makan yang tidak teratur juga turut memperburuk kondisi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved