Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
STUDI terbaru menunjukkan, masa depan yang sulit akibat trauma di masa kecil dapat diperbaiki. Respons stres yang terganggu bisa kembali normal selama masa pubertas. Masa pubertas meningkatkan kemungkinan bahwa ketidakseimbangan akibat trauma dapat dihapus.
“Dampak kesulitan kehidupan awal, seperti menjadi yatim-piatu, mungkin mengajarkan ketahanan yang bermanfaat. Masa remaja bisa menjadi saat untuk mengatur ulang sistem yang membantu mengatasi stres pada awal kehidupan,” ujar Megan Gunnar, psikobiolog perkembangan di University of Minnesota di Minneapolis.
Penelitian ini mendorong pandangan baru tentang pubertas sebagai peluang atau kesempatan bagi orang yang mulai goyah untuk mengatur ulang respons fisiologis mereka terhadap stres. (van/Sciencenews/X-7)
Pelajari ciri-ciri stres fisik, psikologis, dan perilaku serta cara efektif menanggulanginya melalui koping proaktif, mindfulness, olahraga, dan intervensi sosial.
Stres menjadi WNI adalah fenomena yang dapat dialami oleh seseorang karena berbagai faktor, tidak semua orang juga mengalaminya.
Cara seseorang merespons tekanan mental sangat menentukan apakah mereka akan terjatuh ke dalam jerat kecanduan atau tidak.
MASALAH finansial yang memicu stres ternyata dapat merusak kesehatan jantung. Hal itu diungkapkan dalam studi yang dirilis oleh Mayo Clinic Proceedings.
Stres sebenarnya tidak selalu membawa dampak negatif. Dalam kadar tertentu, stres justru diperlukan untuk menjaga performa kerja agar tetap optimal.
Banyak pekerja tetap memaksakan diri menjalani aktivitas normal meski kondisi tubuh dan pikiran mereka sebenarnya sudah berada di bawah tekanan hebat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved