Sajak-sajak Trivonia Leltakaeb 

Metanoia 

Ibu, ayah 
masa-masa adven 
serupa pengharapan abadi 
biarlah penantian sebagai pedoman 
memetik ilmu kelak bekal hari-hari esok. 

Ibu-ayah, 
persiapan Natal keempat 
di negeri orang; saling jauh, tapi dekat 
lilin, zabur, dan kapas ungu tersedia di mimbar 
pintu-pintu tidak lagi terkunci saat aku menjaring angin. 

2021 

 

Baca juga: Sajak-sajak Acep Zamzam Noor

Baca juga: Sajak-sajak Stevie Alexandra

 

Kesabaran 

Perjalanan membuatku sabar 
jauh adik dan kakak, buat hati tegar 
kekasih musim yang berganti 
kerap hilang tersapu angin. 

Pengembaraan mengajari setia 
jarak ibu dan bapak, bikin ulu hati merindu 

aku yang dulu gadis kecil, 
kini jadi pemberani. 

Kain putih dan lilin 
melingkari altar sebuah katedral tua 
persediaan masker dan makanan cukup 
minggu-minggu kesabaran penuh doa. 

Maret, 2021 

 

Minus 30 

Serupa bilangan genap biasa
yang tertera di kertas belaka 
namun di tempatku berpijak 
ini angka justru merapal petaka. 

Angin selatan berembus 
perlahan membeku kaku 
bongkahan es berlapis-lapis 
aku susah menggerakan kuku-kuku. 

Malam singgah lebih lama 
kegelapan terus menyelimuti 

selimut tak mampu menghangatkan 
gelisah dahan namun aku bertahan. 

Musim semi telah tiba 
es mencair di bawah matahari 
rumput hijau malu-malu melotot 
burung-burung pun kembali. 

Udara hangat menggairahkan 
membawa harapan dan mimpi 
kebahagiaan masih ada 
meyakini aku sepenuh hati. 

Dada kian berdetak kencang 
serupa rusa timor berpacu di mutis. 

pucuk mawar mekar di Negeri Pushkin 
mengingatkan janji ibu jauh di desa. 

Maret 2021 

 

Baca juga: Meta Semesta

Baca juga: Sayembara Puisi di Rusia Jaring 25 Pelajar Indonesia

 

Rindu Jagung Bose dan Se'i 

Di sini ada shashlik¹  
hidangan khas selatan 
ditambah roti, bikin hari jadi pas. 

Di sana ada satai, 
bumbu kacang cabai pedas 
buat hari dingin jadi hangat. 

Sio, bose dan se’i²
tak ada di negeri orang 
tunggu aku di Lembah Mutis 
sama-sama memetik kacang merah 
di tanah berbatu. 


¹Shashlik: sejenis satai khas di Rusia, Ukraina, Belarusia, dan negara-negara di Asia Tengah.  
²Bose dan se’i: jagung yang direbus hingga empuk untuk disantap sehari-hari khas masyarakat adat, baik di Timor Barat maupun Timor Leste; dan daging asap khas Kupang-Timor. 

Maret 2021 

 

Baca juga: Sajak Kofe, Warung Puisi Pascakontemporer Indonesia

Baca juga: Lomba Cipta Puisi Media Indonesia

 

 

 

 

Trivonia Flafiana Leltakaeb, mahasiswi kelahiran Kefamenanu, Nusa Tenggara Timur, pada 11 Oktober 1996. Memiliki hobi membaca, menyanyi, dan mengunjungi museum. Dia pernah meraih juara III Olimpiade Bahasa Rusia untuk pelajar internasional di Kota Belgorod. Puisi-puisi Leltakaeb ini tergabung dalam antologi puisi Doa Tanah Air: suara pelajar dari Negeri Pushkin yang akan segera diterbitkan. Kini, sedang menempuh pendidikan S-1 Hubungan Internasional di Belgorod State University, Rusia. Ilustrasi oleh pelukis Gugun Permana, 2021.