Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan SAR Nasional Marsekal Madya TNI FH Bambang Soelistyo mengatakan masih membutuhkan sebanyak 2.100 orang tenaga penyelamat (rescuer) untuk mengoptimalkan tugas dan fungsi badan tersebut saat tanggap bencana.
"Saat ini baru ada 3.600 orang rescuer padahal dibutuhkan setidaknya 5.700 orang, sehingga masih kurang 2.100 orang,," katanya saat membuka Rapat Koordinasi Basarnas Provinsi Bengkulu di Kota Bengkulu, Rabu (18/5).
Ia mencontohkan di Basarnas Provinsi Bengkulu baru ada 52 orang personel penyelamat, padahal kebutuhan minimal mencapai 125 orang. Pemenuhan kebutuhan terhadap personel penyelamat menurut dia perlu menjadi perhatian sebab Indonesia, termasuk Bengkulu memiliki potensi bencana cukup tinggi.
"Ditambah lagi wilayah cakupan Indonesia yang sangat luas terdiri dari dataran tinggi, rendah hingga perairan," ujarnya.
Untuk mengatasi kekurangan tenaga sumber daya manusia tersebut, Basarnas perlu meningkatkan soliditas dan mengoptimalkan kolaborasi bersama komponen lain yakni PMI, TNI dan Polri.
Dalam kesempatan itu, Soelistyo memuji semangat tinggi pada personel penyelamat dari Bengkulu, meski minim sarana prasarana pendukung. "Bengkulu masuk dalam prioritas kami untuk menambah peralatan dan teknologi alat yang semakin canggih," katanya.
Sementara Wakil Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah dalam kesempatan itu mengatakan bahwa potensi bencana alam sangat tinggi di Bengkulu sehingga keberadaan Basarnas sangat dibutuhkan.
"Bengkulu berada di wilayah rawan bencana gempa bumi dan tsunami, termasuk ancaman bencana longsor dan banjir, karena itu personel SAR ini sangat penting perannya," kata Rohidin.
Ia mengatakan pemerintah daerah memberikan dukungan penuh untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan menambah fasilitas penunjang kinerja personel badan itu. (Ant/OL-2)
Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas, Prawoko Setyo Aji, menjelaskan bahwa penyaluran ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan masyarakat.
Proses penyaluran bantuan pangan memang membutuhkan koordinasi yang kuat antarinstansi
Setiap keluarga akan mendapatkan alokasi beras dari cadangan pangan pemerintah sebanyak 20 kilogram serta minyak goreng sebanyak 4 liter.
Momentum Ramadan dimanfaatkan sebagai ruang untuk memperkuat solidaritas sosial sekaligus kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.
Program bantuan pangan beras dan minyak goreng dipastikan sudah mulai dibagikan ke masyarakat berpenghasilan rendah.
Anggota DPR RI, Ahmad Najib Qodratullah, menggelar rangkaian kegiatan tebus murah bertajuk PANsar Ramadhan di Desa Sukamenak, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved