Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
ORGANISASI Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) mengingatkan pemerintah untuk jujur kepada masyarakat terkait kapasitas infrastruktur transportasi mudik lebaran.
"Berilah informasi pada publik, jika musim lebaran, perjalanan tidak selancar hari biasa. Pemerintah harus berupaya semaksimal mungkin memberikan layanan terbaik, dengan beragam kebijakan atau program yang akan diterapkan," tegas Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah MTI Pusat, Djoko Setijowarno kepada Media Indonesia, Selasa (19/3).
Djoko mengingatkan perubahan cuaca yang sangat dinamis karena global warming jauh berbeda dengan kondisi zaman 30 tahun lalu. Selain itu, peran BMKG sangat vital, tapi AWS (Automatic Weather Station) yang di laut jumlahnya sangat minim, sehingga extrapolation, yang dilakukan akan sangat sulit.
"Kesulitan lain masyarakat kita tidak peduli dengan ramalan cuaca," sergah Djoko.
Ia perlu menggarisbawahi pernyataan Ketua KNKT Soerjanto untuk penyelenggara mudik, yang mesti diperhatikan secara serius. Terutama ditujukan untuk pemudik yang menggunakan sepeda motor dan transportasi perairan laut, danau, dan penyeberangan.
Berdasarkan survei potensi pergerakan Angkutan Lebaran Tahun 2024 yang dilakukan Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan, menunjukkan minat mudik lebaran masyarakat memilih moda kereta api (KA) antar kota taksirannya 39,32 juta orang atau sekitar 20.30%.
Penggunaan bus sekitar 37,61 juta orang atau 19,37%. Sedang mobil pribadi 35,42 juta orang atau 18,29% dan sepeda motor 31,12 juta orang atau 16,07%.
Baca juga : Penumpang Kelas Ekonomi Dominasi Angkutan Lebaran Kereta Api
Pada Lebaran 2023, moda transportasi yang diminati tertinggi adalah mobil pribadi 27,32 juta (22,1%). Berikutnya sepeda motor 23,13 juta orang (20,3%) dan bus 22,77 juta orang atau 18,4% dan KA antar kota 14,47 juta orang (11,69%).
"Memilih mobil pribadi dan sepeda motor meningkat, namun peningkatan itu masih lebih tinggi memilih moda KA antar kota dan bus. Terkait musim lebaran tahun ini, KAI juga mengoperasikan kereta cepat Whoosh yang bakal diminati sekitar 1,42 juta orang atau 0,73%," kata pengamat transportasi dari Universitas Soegijopranoto Semarang ini.
Lebih jauh dia katakan, menjadi tantangan bagi pemerintah menyediakan transportasi umum antar kota, berikut pembenahan transportasi umum di daerah. Terutama kebijakan rekayasa lalu lintas searah di jalan tol harus dipikir masak-masak.
"Ya agar bus yang akan kembali ke Jakarta tidak terhambat dan penumpang tidak menunggu lama di terminal penumpang. Tahun lalu, penumpang menunggu bus jemputan dari Jateng, Yogjakarta dan Jatim di Terminal Pulo Gebang hingga 6 jam," kata Djoko.
MTI menyarankan, agar pemerintah lebih bijak menggunakan pilihan pada contra flow, sehingga sopir tidak lama di perjalanan, penumpang tidak menunggu lama di terminal penumpang.
Lebih dari itu, pemudik di jalan tol diarahkan ke jalan arteri seperti pantura dan kerjasama dengan pemda untuk menyiapkan sejumlah tempat istirahat yang dekat gerbang tol. Dengan begitu UMKM di sepanjang jalan arteri berkembang dan akan mendapatkan keuntungan. (Z-3)
Hingga 30 Maret 2026, total penumpang arus balik periode 23 Maret hingga 6 April 2026 telah mencapai 277.549 orang.
Selama masa operasional posko sejak 13-30 Maret 2026, total penumpang yang dilayani mencapai 766.175 orang.
Pada masa arus balik, yaitu pada Lebaran kedua atau 22 Maret hingga H+7 atau 29 Maret, rata-rata penumpang mencapai 11.834 orang per hari.
Selama periode arus balik 23–29 Maret 2026, menurut Luqman Arif, KAI Daop 4 Semarang telah melayani total 477.299 penumpang, bahkan jumlah penumpang yang masih stabil tinggi ini
Selama 18 hari masa Angkutan Lebaran 2026, Daop 4 Semarang melayani penumpang sebanyak 1.093.135 penumpang.
Selama periode 11 hingga 28 Maret 2026, KAI telah melayani 4.215.419 pelanggan, terdiri dari 3.521.946 pelanggan kereta api jarak jauh dan 693.473 pelanggan kereta api lokal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved