Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, menegaskan bahwa DPR RI memiliki kewenangan penuh untuk mengusut tuntas kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis Kontras, Andrie Yunus. Menurutnya, pendalaman kasus ini dapat dilakukan secara spesifik melalui Tim Pengawas (Timwas) Intelijen.
Langkah ini dinilai mendesak lantaran adanya dugaan keterlibatan oknum anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI dalam insiden tersebut.
“Karena pelaku diduga berasal dari lingkungan BAIS yang merupakan bagian dari aparat intelijen, maka perkara ini tidak boleh dipandang sebagai kasus biasa. Ini menyangkut kepercayaan publik terhadap institusi negara,” kata TB Hasanuddin dalam keterangan yang diterima, Rabu (25/3).
Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan ini menjelaskan, berdasarkan Pasal 43 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2011 tentang Intelijen Negara, pengawasan terhadap lembaga intelijen dilakukan melalui dua jalur yaitu internal oleh institusi intelijen sendiri dan eksternal oleh DPR RI.
“Dengan dasar hukum itu, Komisi I DPR RI memiliki kewenangan memanggil semua pihak terkait, termasuk pemerintah dan institusi TNI, untuk meminta penjelasan serta mendorong agar penyelidikan dilakukan secara menyeluruh,” kata Purnawirawan jenderal TNI bintang dua itu.
Sebagai anggota Komisi I yang membidangi pertahanan dan intelijen, TB Hasanuddin menekankan bahwa status pelaku yang diduga berasal dari unsur TNI tidak boleh menjadi penghalang bagi penegakan keadilan. Negara, menurutnya, wajib hadir memberikan perlindungan bagi setiap warga negara.
“Negara harus hadir dan menjamin kepastian hukum. Siapa pun pelakunya, harus diproses sesuai hukum yang berlaku,” tutup TB Hasanuddin.
Jabatan Kabais TNI diserahkan usai kasus penyiraman air keras yang melibatkan anggota Bais. Empat prajurit jadi terduga, proses investigasi masih berlangsung.
TNI menegaskan komitmen penegakan hukum terkait kasus penyiraman air keras Andrie Yunus. Pelaku terancam sanksi tegas hingga pemecatan.
LEMBAGA Bantuan Hukum (LBH) Jakarta mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk membuktikan pernyataannya terkait pengusutan tuntas kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.
TAUD mengungkap temuan terkait kasus percobaan pembunuhan dengan menyiram air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus.
Profesor Kadri mengingatkan publik agar memisahkan tindakan oknum dengan institusi TNI dalam kasus Andrie Yunus. Transparansi Puspom TNI dinilai kunci menjaga kepercayaan masyarakat
LANGKAH Presiden Prabowo Subianto yang aktif berkomunikasi lintas daerah, menjalin hubungan dengan kepala negara, hingga bersilaturahmi dengan para presiden terdahulu dinilai strategis.
ANGGOTA Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini mengingatkan pemerintah bahwa serangan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran memicu eskalasi konflik di Timur Tengah.
KOMISI I DPR RI menilai tawaran Indonesia untuk berperan sebagai juru runding dalam Perang AS-Israel vs Iran merupakan implementasi konkret politik luar negeri bebas aktif.
ANGGOTA Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Amelia Anggraini, menyatakan keprihatinan mendalam atas eskalasi serangan antara Amerika Serikat (AS), Israel dan Iran.
ANGGOTA Komisi I DPR RI Oleh Soleh, mendesak Pemerintah Indonesia untuk mengambil sikap berani di kancah internasional dengan menyuarakan sanksi tegas terhadap AS dan Israel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved