Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Komisi III DPR RI Habiburokhman mengecam k penyerangan dengan air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses kasus ini.
Habib, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (14/3), menyebutkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya dan meminta agar aparat segera menindaklanjuti kasus tersebut dan menangkap pelaku.
"Kami pastikan Komisi III akan terus mengawal kasus ini agar penyidikannya berjalan dengan cepat dan profesional. Kami minta negara menanggung penuh biaya pengobatan terbaik agar beliau bisa segera pulih kembali," kata Habib.
Ia menambahkan, pengamanan maksimal terhadap Andrie Yunus sangat penting agar korban terlindungi dari ancaman kekerasan susulan.
Habib menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan terhadap warga negara tidak boleh ditoleransi. Menurutnya, perbedaan pendapat tidak seharusnya dijawab dengan kekerasan atau premanisme.
"Pasal 28G Undang-Undang Dasar Tahun 1945 secara jelas mengatur setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi," ujarnya.
Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, menjadi korban serangan oleh orang tidak dikenal yang menyiramkan air keras. Akibatnya, ia mengalami luka pada tangan, kaki, dan gangguan penglihatan.
Peristiwa itu terjadi usai Andrie menyelesaikan rekaman podcast di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) yang membahas militerisme dan uji materi Undang-Undang TNI.
Menurut informasi awal, pada Kamis (12/3) malam pukul 23.37 WIB, korban sedang mengendarai sepeda motor di Jalan Salemba I, Jakarta Pusat, ketika dua orang pelaku mendekatinya dengan sepeda motor dan menyiramkan air keras sebelum melarikan diri.
Serangan tersebut menyebabkan Andrie mengalami luka bakar sekitar 24% dari tubuhnya dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk penanganan medis darurat, terutama pada mata yang terkena cairan kimia tersebut.
Sementara itu, Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Polisi Johnny Eddizon Isir, memastikan kepolisian akan menangani kasus ini secara transparan dan tanpa diskriminasi.
"Akan serius dan bersungguh-sungguh untuk membuat terang benderang, mengungkap, dan menangkap pelakunya, siapa pun dia. Tentunya nanti kita akan tetap ada dalam prosedur atau koridor," ucap Johnny. (Ant/E-4)
Serangan penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menuai kecaman keras.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved