Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Mengulas Rekam Jejak Gangguan Keamanan di Bandara Dekai Yahukimo Papua Pegunungan pada 2025 hingga Januari 2026

Putri Rosmalia Octaviyani
15/1/2026 16:07
Mengulas Rekam Jejak Gangguan Keamanan di Bandara Dekai Yahukimo Papua Pegunungan pada 2025 hingga Januari 2026
Bandar Udara Nop Goliat Dekai atau Bandara Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.(Dok. Kemenhub)

PEMBATALAN kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Yahukimo mengungkap kembali potret kelam keamanan di Bandar Udara Nop Goliat Dekai atau Bandara Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Berdasarkan data keamanan sepanjang 2025 hingga awal 2026, wilayah ini menjadi salah satu titik paling rawan bagi penerbangan sipil maupun militer di Papua Pegunungan.

Sepanjang tahun 2025, tercatat sedikitnya tiga insiden penembakan pesawat yang dilakukan oleh KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya maupun faksi lokal di Yahukimo. Salah satu insiden paling menonjol terjadi pada pertengahan 2025, ketika sebuah pesawat komersial jenis ATR terkena tembakan di bagian badan saat melakukan prosedur pendaratan, yang memaksa sejumlah maskapai menghentikan penerbangan sementara.

Kronologi Gangguan 2025-2026

  • Mei 2025: Penembakan pesawat kargo saat unloading logistik di apron Bandara Dekai. Tidak ada korban jiwa, namun badan pesawat mengalami kebocoran bahan bakar.
  • Agustus 2025: Kontak tembak di sekitar perimeter bandara yang menyebabkan operasional penerbangan lumpuh selama dua hari.
  • November 2025: Ancaman sabotase navigasi udara yang terdeteksi oleh intelijen TNI, memicu pengetatan pengamanan berlapis di area runway.
  • Januari 2026: Terdeteksi adanya rencana gangguan terhadap penerbangan VVIP di sekitar bandara. Akibatnya Wapres Gibran batal berkunjung.

Kondisi geografis Bandara Dekai yang dikelilingi hutan lebat dan perbukitan memberikan keuntungan taktis bagi kelompok bersenjata untuk melakukan serangan mendadak (hit and run). Hal inilah yang membuat tim pengamanan VVIP tidak mau mengambil risiko saat mendeteksi adanya pergerakan kelompok bersenjata beberapa jam sebelum Gibran dijadwalkan mendarat.

Hingga saat ini, Bandara Dekai masih dalam status waspada tinggi. Penempatan personel tambahan dari Satgas Damai Cartenz terus dilakukan guna menjamin keselamatan penerbangan reguler yang menjadi urat nadi ekonomi masyarakat di Papua Pegunungan. (H-3)

 

PENAFIAN
Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik