Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT Sosial dari Universitas Indonesia (UI), Rissalwan Habdy Lubis, menanggapi special show stand up yang dibawakan oleh Pandji Pragiwaksono dan dilaporkan oleh beberapa pihak. Menurutnya, pengaduan yang dilakukan tidak masuk akal.
“Saya kira pengaduan ini juga bermasalah ya, aneh gitu. Walaupun sudah disahkan KUHP yang baru, tapi saya kira sangat jelas ya bahwa itu delik aduan oleh seseorang yang mempunyai legal standing. Jadi tidak bisa lagi diadukan oleh orang lain atau warga negara yang merasa bahwa wakil presidennya dicemooh dan sebagainya. Jadi tidak bisa seperti itu,” ungkap Rissalwan kepada Media Indonesia, Jumat (9/1).
Menurutnya, Indonesia saat ini masih erat dengan praktik pembungkaman terhadap penyampaian kritik. “Jadi harus kita lihat bahwa ini masih ada praktik-praktik dari rezim yang lama gitu ya, ingin membungkam orang gitu, padahal kebebasan berekspresi itu sah-sah saja gitu kan,” ucapnya.
Kejadian pelaporan ini juga memberikan dampak besar kepada Pandji. Rissalwan menyebut Pandji mengalami penyerangan ke pihak keluarganya.
“Sebetulnya kalau kita perhatikan di medsos ya, banyak sekali 'serangan' ya. Bahkan ada yang menyerang keluarga, anaknya Panji, begitu ya. Jadi seharusnya kalau saya melihat, jangan menggunakan instrumen-instrumen yang tidak tepat sasaran begitu ya, itu tidak tepat,” jelasnya
“Kalau memang tidak terima ya balas dengan jokes juga. Itu kan harusnya jokes balas jokes gitu ya,” tuturnya.(M-2)
PAKAR hukum pidana Abdul Fickar Hadjar, menilai pelaporan komika Pandji Pragiwaksono ke kepolisian terkait materi stand up comedy bertajuk Mens Rea preseden negatif.
POLDA Metro Jaya menyebut akan bersikap profesional dan transparan dalam menangani laporan terhadap komika Pandji Pragiwaksono.
LEMBAGA Bantuan Hukum (LBH) Jakarta menyayangkan laporan polisi yang dilayangkan terhadap komika Pandji Pragiwaksono.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved