Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, menilai retret Kabinet Merah Putih yang digelar di Hambalang menjadi upaya Presiden Prabowo Subianto untuk kembali menyatukan visi sekaligus meningkatkan kualitas kerja para menterinya. Retret kabinet di Hambalang tersebut, menurut dia, diarahkan sebagai proses peningkatan diri kabinet agar lebih seirama dalam menjalankan roda pemerintahan.
“Retret ini tampaknya dimaksudkan untuk kembali menyatukan visi dan meningkatkan koordinasi pemerintahan Prabowo Subianto. Salah satu tujuan utamanya adalah peningkatan diri para menteri,” ujar Jamiluddin, Senin (6/1).
Ia menilai, melalui retret kabinet di Hambalang, Prabowo ingin memastikan seluruh menteri memiliki pemahaman yang sama terhadap visi besar pemerintahan, khususnya orientasi kebijakan yang berpihak kepada kepentingan rakyat.
Penekanan itu tercermin dari pesan Prabowo agar jajaran kabinet tidak ragu mengambil kebijakan pro-rakyat.
“Prabowo ingin mempertajam visinya soal kerakyatan. Para menteri diminta tidak gamang menjalankan kebijakan selama itu berpihak kepada rakyat,” kata Jamiluddin.
Lebih jauh, Jamiluddin melihat Presiden juga menekankan pentingnya inisiatif menteri dalam mengambil keputusan.
Para pembantu presiden, kata dia, tidak diharapkan selalu menunggu arahan langsung dari kepala negara dalam setiap persoalan teknis.
“Rambunya sudah jelas, yakni kepentingan rakyat. Selama kebijakan itu pro rakyat, menteri dipersilakan mengambil keputusan tanpa harus selalu menunggu instruksi presiden,” ujarnya.
Selain aspek visi dan kepemimpinan, peningkatan diri dalam retret kabinet di Hambalang tersebut juga diarahkan untuk memperkuat koordinasi lintas kementerian. Prabowo, menurut Jamiluddin, tidak ingin ego sektoral masih menghambat kerja kabinet.
Ia menilai penguatan koordinasi menjadi perhatian serius setelah pemerintah mencermati penanganan bencana di Sumatra yang dinilai belum optimal. Kondisi itu menjadi refleksi perlunya kerja antarkementerian yang lebih solid dan terintegrasi.
“Retret ini sekaligus menjadi ruang evaluasi kinerja kabinet selama satu tahun terakhir. Dari evaluasi itulah ditanamkan kembali pentingnya kesamaan visi dan koordinasi agar kinerja kabinet ke depan bisa lebih maksimal,” pungkas Jamiluddin. (H-3)
PRESIDEN Prabowo Subianto  menggelar rapat terbatas atau Ratas di kediamannya di Hambalang, Jawa Barat, Minggu (11/1) untuk mematangkan industri tekstil dan produksi chip sektor otomotif.
Prabowo juga mengingatkan agar setiap persoalan yang muncul tidak dibiarkan berlarut-larut. Seluruh pihak diminta segera duduk bersama untuk mencari solusi
Politisi asal Dapil Papua Selatan tersebut juga menyoroti pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pemerintah yang telah berjalan selama satu tahun terakhir.
KEPALA Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef M. Rizal Taufikurahman menilai arah kebijakan ekonomi yang dievaluasi dalam retret kabinet di Hambalang
PENGAMAT politik Ray Rangkuti menilai retret Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto tidak memiliki urgensi yang kuat dalam memperbaiki kinerja pemerintahan.
KEPALA Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef M. Rizal Taufikurahman menilai arah kebijakan ekonomi yang dievaluasi dalam retret kabinet di Hambalang
PENGAMAT politik Ray Rangkuti menilai retret Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto tidak memiliki urgensi yang kuat dalam memperbaiki kinerja pemerintahan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved