Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Retret Kabinet di Hambalang, Pengamat: Prabowo Pertajam Visi Menteri

Mohamad Farhan Zhuhri
06/1/2026 19:45
Retret Kabinet di Hambalang, Pengamat: Prabowo Pertajam Visi Menteri
Kabinet Merah Putih.(Dok. Antara)

PENGAMAT komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, menilai retret Kabinet Merah Putih yang digelar di Hambalang menjadi upaya Presiden Prabowo Subianto untuk kembali menyatukan visi sekaligus meningkatkan kualitas kerja para menterinya. Retret kabinet di Hambalang  tersebut, menurut dia, diarahkan sebagai proses peningkatan diri kabinet agar lebih seirama dalam menjalankan roda pemerintahan.

“Retret ini tampaknya dimaksudkan untuk kembali menyatukan visi dan meningkatkan koordinasi pemerintahan Prabowo Subianto. Salah satu tujuan utamanya adalah peningkatan diri para menteri,” ujar Jamiluddin, Senin (6/1).

Ia menilai, melalui retret kabinet di Hambalang, Prabowo ingin memastikan seluruh menteri memiliki pemahaman yang sama terhadap visi besar pemerintahan, khususnya orientasi kebijakan yang berpihak kepada kepentingan rakyat. 

Penekanan itu tercermin dari pesan Prabowo agar jajaran kabinet tidak ragu mengambil kebijakan pro-rakyat.

“Prabowo ingin mempertajam visinya soal kerakyatan. Para menteri diminta tidak gamang menjalankan kebijakan selama itu berpihak kepada rakyat,” kata Jamiluddin.

Lebih jauh, Jamiluddin melihat Presiden juga menekankan pentingnya inisiatif menteri dalam mengambil keputusan. 

Para pembantu presiden, kata dia, tidak diharapkan selalu menunggu arahan langsung dari kepala negara dalam setiap persoalan teknis.

“Rambunya sudah jelas, yakni kepentingan rakyat. Selama kebijakan itu pro rakyat, menteri dipersilakan mengambil keputusan tanpa harus selalu menunggu instruksi presiden,” ujarnya.

Selain aspek visi dan kepemimpinan, peningkatan diri dalam retret kabinet di Hambalang tersebut juga diarahkan untuk memperkuat koordinasi lintas kementerian. Prabowo, menurut Jamiluddin, tidak ingin ego sektoral masih menghambat kerja kabinet.

Ia menilai penguatan koordinasi menjadi perhatian serius setelah pemerintah mencermati penanganan bencana di Sumatra yang dinilai belum optimal. Kondisi itu menjadi refleksi perlunya kerja antarkementerian yang lebih solid dan terintegrasi.

“Retret ini sekaligus menjadi ruang evaluasi kinerja kabinet selama satu tahun terakhir. Dari evaluasi itulah ditanamkan kembali pentingnya kesamaan visi dan koordinasi agar kinerja kabinet ke depan bisa lebih maksimal,” pungkas Jamiluddin. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik