Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Keamanan Cerminkan Keberhasilan Negara Jamin Perlindungan Warga

Golda Eksa
11/12/2025 15:19
Keamanan Cerminkan Keberhasilan Negara Jamin Perlindungan Warga
Para pembicara menyampaikan pandangan dalam diskusi Riset Gallup 2025: Benarkah Indonesia Salah Satu Negara Teraman di Dunia? .(Ist)

TINGKAT rasa aman masyarakat Indonesia yang berada pada level tinggi dinilai mencerminkan stabilitas nasional yang terjaga, sekaligus meningkatnya kepercayaan publik terhadap kinerja aparat keamanan dan penegak hukum.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Riset Democracy Institute, Fahmi Ismail, dalam diskusi publik bertajuk “Riset Gallup 2025: Benarkah Indonesia Salah Satu Negara Teraman di Dunia?” yang digelar di Tebet, Jakarta Selatan, dikutip Kamis (11/12).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Democracy Institute bersama Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), aktivis pro-HAM, serta Cendekia Muda Nusantara sebagai respons kritis terhadap Global Safety Report 2025 yang menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara teraman di dunia.

Fahmi menegaskan, keamanan yang dirasakan publik merupakan indikator krusial keberhasilan negara dalam menjalankan fungsi perlindungan warga.

“Predikat Indonesia sebagai salah satu negara teraman versi Gallup adalah bukti nyata bahwa negara hadir melalui kerja profesional aparat keamanan dan penegak hukum. Ini patut kita apresiasi sebagai capaian bersama,” ujar Fahmi.

Catatan Kritis HAM
Kendati mengapresiasi capaian tersebut, perwakilan YLBHI, Zainal Arifin, memberikan catatan kritis. Ia menyoroti bahwa dalam praktiknya masih ditemukan bentuk kekerasan struktural, represi terhadap pembela HAM, serta ketidakadilan hukum bagi masyarakat kecil yang kontradiktif dengan narasi keamanan tersebut.

“Sejatinya, karena Riset Gallup telah menyampaikan demikian, pemerintah harus segera menyesuaikan diri dalam pengambilan kebijakan yang pro terhadap HAM. Apapun itu, negara kita sedang disorot oleh media asing terkait HAM,” tegas Zainal.

Senada dengan itu, Aktivis Pro-HAM, Zulkifli Kall Halang, menekankan bahwa indikator keamanan global sering kali luput memotret dimensi ketakutan warga terhadap aparat, ancaman kriminalisasi, serta penyempitan ruang sipil bagi mahasiswa, buruh, petani, dan jurnalis.

Menurutnya, survei Gallup memang menjadi bukti bahwa Indonesia kompetitif dan aman bagi Warga Negara Asing (WNA), namun aspek perlindungan internal tetap harus dibenahi.

“Survei yang dirilis oleh Gallup Global Safety Report perlu menjadi satu pijakan bahwa negara ini masih menjadi harapan hidup bagi WNA karena tidak kalah bersaing dengan negara-negara lain soal tingkat keamanan hidup,” jelas Zulkifli.

Sementara itu, Ketua Umum Cendekia Muda Nusantara, Afan Ari Kartika, menambahkan bahwa generasi muda harus menjadi garda terdepan mengawal definisi keamanan yang substantif.

“Negara aman bukan hanya soal minim konflik terbuka, tetapi bagaimana negara hadir menjamin keadilan sosial, kesempatan ekonomi, dan perlindungan hak-hak warga,” katanya.

Melalui forum ini, para penyelenggara menegaskan bahwa hasil riset internasional tidak boleh menjadi alat legitimasi untuk menutup mata terhadap persoalan domestik. Democracy Institute bersama elemen sipil lainnya berkomitmen terus mendorong demokrasi substantif, supremasi hukum, dan keamanan berbasis keadilan sosial. (P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya